Samarinda, (ANTARA News Kaltim)- Tingkat konsumsi daging bagi masyarakat Kaltim mengalami peningkatan sebesar 3,6 persen, yakni dari 36.212 ton daging pada 2008 menjadi 49.534 ton daging pada 2011 sehingga tingkat kecukupan gizi juga mulai naik.

     "Selain tingkat konsumsi yang mengalami peningkatan, produksi daging di Kaltim juga terus naik baik daging unggas maupun daging sapi dan sejenisnya," kata Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim), H Ibrahim di Samarinda, Sabtu.

     Menurutnya, produksi ternak Kaltim dari 2010 sebanyak 80 persen mampu memenuhi kebutuhan lokal, namun pada 2011 sudah meningkat meningkat menjadi 84 persen, sehingga masih 16 persen daging yang didatangkan dari luar Kaltim.

     Produksi daging secara keseluruhan pada 2008 sebanyak 31.891 ton naik menjadi 47.931 ton pada 2011, sedangkan produksi telur ayam pada 2008 sebanyak 10.521 ton naik menjadi 14.747 ton pada 2011.

     Selain konsumsi daging yang terus menunjukkan kenaikan, tingkat konsumsi telur juga mengalami peningkatan, yakni dari 15.666 ton pada 2008 menjadi 20.679 ton pada 2011 atau naik 3,2 persen.

     Agar produksi telur naik dan mampu mencukupi kebutuhan lokal, maka diperlukan upaya maksimal dari tiga unsur pelaksana pembangunan peternakan, yakni dari pihak Akademisi, Business (pelaku usaha),  serta Government (pemerintah) selaku pembuat kebijakan.

     Keterkaitan tiga institusi ini kerap disingkat ABG. Sinkronisasi dari tiga institusi tersebut diharapkan lebih terjalin dengan baik, sehingga pemenuhan kebutuhan daging asal ternak, khususnya mencapai swasembada daging pada 2014 dapat dicapai.

     Selain itu, dalam kebijakan yang dibuat Pemprov Kaltim melalui Dinas Peternakan setempat, telah terjadi peningkatan populasi ternak pada semua jenis ternak.

     Untuk populasi sapi pada 2008 sekitar 91.297 ekor menjadi 101.176 ekor pada 2009. Selanjutnya maningkat lagi pada 2010 menjadi 108.460 ekor dan pada 2011 menjadi 113.883 ekor, atau mengalami kenaikan rata-rata 5 persen per tahun.

     Kemudian populasi kerbau pada 2008 sebanyak 11.821 ekor naik menjadi 13.401 ekor pada 2009, selanjutnya pada 2010 naik manjadi 13.718 ekor, dan pada 2011 menjadi 13.993 ekor, atau terjadi peningkatan sebanyak 2 persen per tahun.

     Untuk ternak jenis unggas terjadi peningkatan rata-rata 51,52 persen per tahun, yakni pada 2008 sebanyak 31,149 juta ekor menjadi 47,197 juta ekor pada 2011, termasuk populasi babi menjadi 102.759 ekor pada 2011, atau naik rata-rata 28,53 persen per tahun.

     Khusus untuk ayam broiler (ayam potong), peningkatan jumlah tersebut dicapai karena peningkatan produksi day old chick (DOC) atau anak ayam yang berasal dari tiga breeding farm di Kaltim, yakni Istana Satwa Borneo, Super Unggas Jaya, dan Multi Breeder Adhirama.

     Tiga perusahaan yang memproduksi DOC ini mampu menghasilkan sebanyak 40 juta ekor DOC per tahun, sehingga bukan hanya untuk melayani Kaltim, tapi juga dipasok ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara.(*)

Pewarta: M Gofar
: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026