Para petani di Kelurahan Lempake rata-rata mengalami gagal panen karena kita sudah masuk musim tanam. Baik tanaman jagung maupun pagi yang baru kita tanam dipastikan mati. Semua gagal panen

Samarinda (ANTARA) - Bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Samarinda ternyata tidak hanya menyebabkan kerugian masyarakat karena rumahnya terendam.


Banjir yang terjadi sejak Minggu (9/6) kemarin disebut juga merendam ratusan hektare areal persawahan petani, di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Samarinda.

"Para petani di Kelurahan Lempake rata-rata mengalami gagal panen karena kini sudah masuk musim tanam. Baik tanaman jagung maupun padi yang baru kita tanam dipastikan mati. Semua gagal panen,” kata Bilal salah seorang petani terdampak banjir saat ditemui, di areal persawahannya, di Lempake, Selasa (11/6).

Akibat banjir tersebut petani dipastikan akan mengalami banyak kerugian karena gagal panen, setidaknya rugi akibat pengeluaran pembelian bibit yang tidak membuahkan hasil.

Bilal mengaku mengalami kerugian di areal persawahannya mencapai Rp5 juta, modal yang dikeluarkan untuk menanam benih padi tersebut idealnya menghasilkan sekitar 50 karung beras yang dapat dijual.

Untuk itu, dia berharap pemerintah menunjukan kepeduliannya membantu meringankan beban para petani yang gagal panen akiban bencana banjir.

"Jagungnya mati karena baru tumbuh, lain halnya kalau sudah siap panen masih bisa diselamatkan, begitu pula padi yang jelas petani mengeluh gagal panen semua termasuk jenis sayuran gagal semua," katanya.



Pewarta: Arif Maulana
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026