Samarinda  (ANTARA News - Kaltim) - Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang memimpin pelaksaan pemusnahan 1.500 botol minuman keras (beralkohol) hasil operasi justisia selama Ramadhan 1432 Hijriah di halaman parkir GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kaltim, Senin.
 

Dilaporkan di Samarinda, Senin, Wali Kota Syahrie Jaang didampingi pejabat unsur Muspida melakukan pemusnahan 1.500 botol minuman beralkohol hasil sitaan dari beberapa lokasi di Samarinda.
 
Minuman keras itu disita karena dijual secara ilegal serta beberapa dari hasil  operasi pada tempat hiburan malam yang dianggap melanggar keputusan wali kota, yakni ketentuan untuk menutup usahanya selama Bulan Puasa.
 
Syaharie didampingi pejabat Muspida, antara lain dari Kajati, Kapolres, Dandim Samarinda dan unsur pimpinan DPRD setempat masing-masing melemparkan satu botol minuman keras ke tumpukan seribu limaratusan botol minuman beralkohol di tengah lapangan.
 

Selanjutnya, sopir yang mengendarai mobil jenis storm (untuk meratakan jalan) mulai menggilas untuk memusnahkan 1.500 botol minuman keras itu.
 
Dalam rangkaian itu, Wali Kota Shaharie Jaang juga memimpin apel gelar pasukan untuk menghadapi Lebaran 1432 Hijriah.

Ratusan personil yang merupakan gabungan dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan , Pemadam Kebakaran , Satpol PP serta organisasi kepemudaan  di Samarinda menggelar apel pasukan yang disebut "Operasi Ketupat 2011", di lapangan GOR Stadion Madya Sempaja,.

Apel tersebut digelar serentak di seluruh Polda  dan satuan kewilayahan Polri beserta unsur terkait dalam meyelenggarakan operasi ketupat 2011 selama 16 hari, yang tujuannya agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri secara aman, nyaman, tertib dan lancar.

Pada acara itu, Syaharie membacakan amanat Kapolri tentang kesiapan masing-masing daerah. Dalam amanatnya, Kapolri  mengutarakan sekarang ini jumlah pemudik dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan yang c ukup signifkan dan untuk tahun ini diperkirakan akan mencapai 15 juta jiwa.

"Jumlah kendaraan roda dua dan empat  yang akan digunakan yang digunakan mudik bagi warga berkisar lima juta dan mengalami peningkatan sekitar 12 persen," kata Kapolri dalam sambutan tertulis dibacakan  Syaharie.
 
Untuk itu melalui kesempatan tersebut, dia menekankan kepada jajaran petugas agar memberi perhatian khusus dan serius terhadap para pengguna sepeda motor mengingat  jumlah pengendara roda dua paling banyak mengalami Lakalantas.




: Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026