Bontang  (ANTARANews -Diharapkan agar Bontang bisa mempertahankan prestasinya pada pelaksanaan ujian nasional (UN)  untuk sekolah lanjutan menengah atas (SLTA) dan sekolah sederajat  2011, mengingat tahun lalu menjadi daerah yang terbanyak meluluskan siswanya.
    
"Kami berharap agar bisa mencapai prestasi atau kelulusan terbanyak," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bontang  Abdu Safa Muha di Bontang, Rabu.
   
Pada 2010, Kota Bontang menjadi daerah tertinggi dalam kelulusan, yakni 89,1 persen, Kabupaten Nunukan 82,2 persen, Kabupaten Bulungan 81,4 persen, dan Kota Balikpapan 80,79 persen.
   
Sementara tingkat kelulusan SLTA terendah antara lain, Kabupaten Kutai Barat 29,1 persen, Kabupaten Tana Tidung 29,2 persen, Kota Tarakan 39,4 persen, Kabupaten Paser 53,6 persen, Kabupaten Kutai Timur  55,1 persen, dan siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara lulus 64 persen.
  
Data Diknas Kota Bontang menyebutkan bahwa pada UN 2011 ini siswa yang mengikuti mencapai 99 persen hanya satu pelajar yang  absen atas nama Fernando, siswa SMKN I jurusan listrik.
  
"Alasan absen karna sakit dan sudah izin resmi," kata Abdu Safa seraya menjelaskan bahwa UN 2011 diikuti 2.029 siswa di luar pelajar yang izin sakit itu.
   
Khusus mengenai siswa yang absen karena sakit itu diharapkan setelah sembuh bisa ikuti UAN seminggu setelah penyelenggaraan  UN utama.
  
Secara umum, ia menjelaskan bahwa pelaksaan ujian nasional di Kota Khatulistiwa itu berjalan lancar.
  
"Skenario penyelenggaraan UAN berjalan mulus, lembar soal dan jawaban (LJK) disimpan di Polres hingga distribusinya," papar  dia.
  
Ruangan yang ditempati mencapai 183 ruang.  Sistem pengawas memakai silang murni.  Guru bidang studi yang diujikan saat  berlangsung ujian tidak diperkenankan mengawasi.
   
Menyinggung tentang UN untuk SLTP (sekola menengah tingkat pertama) dan sekolah sederajat di Kota Bontang, dijelaskan Abdu  Safa Muha bahwa  kegiatan itu dijadwalkan berlangsung 25 - 28 April 2011 yang melibatkan 2.432 siswa.
  
"UN siswa SD akan berlangsung pada 10-12 Mei mendatang, dengan jumlah siswa 3.080 murid.  Pengamanan lembar soal dan jawaban serta  sistem pengawasan memakai pola sama seperti saat berlangsung UN siswa SLTA," katanya.

***6***


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026