Penajam (ANTARA Kaltim) - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar mengharapkan sentra peternakan sapi rakyat di Trunen menjadi tujuan wisata ilmiah.

"Pemerintah daerah akan mengoptimalkan kandang sapi Trunen sebagai pusat pengembangan sapi ternak yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru di bidang ilmiah," kata Yusran Aspar di Penajam, Rabu.

Pembangunan sentra peternakan sapi rakyat, sekaligus permukiman masyarakat kurang mampu di Trunen, Kecamatan Sepaku, di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara seluas 200 hektare.

"Aset di wilayah Trunen itu belum dimaksimalkan, dan akan pemerintah daerah memaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Yusran Aspar.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan pembangunan 50 unit rumah sederhana layak huni bagi masyarakat kurang mampu di sekitar kawasan pengembangan sentra peternakan sapi rakyat di Trunen, Kecamatan Sepaku.

"Tahap awal, pemerintah daerah akan mengumpulkan warga kurang mampu, kemudian dibangunkan rumah sederhana sebanyak 50 unit di sekitar peternakan Trunen Desa Bukit Subur," jelas Yusran Aspar.

Menurut dia, kotoran sapi bisa diolah menjadi biogas untuk bahan bakar genset, sehingga warga kurang mampu yang tinggal di sekitar kawasan peternakan akan mendapat listrik gratis.

Selain itu, warga kurang mampu itu juga mendapat fasilitas air bersih, beras untuk keluarga sejahtera, layanan kesehatan dan pendidikan gratis dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Yusran Aspar menyatakan, ada perusahaan yang akan berinvestasi di sekitar kawasan peternakan Trunen untuk perkebunan tebu dan pabrik bioetanol. Warga kurang mampu, akan dipekerjakan di perkebunan dan pabrik itu.

"Anggaran pembangunan rumah sederhana layak huni bagi masyarakat kurang mampu itu sudah tersedia tahun ini," ujar Bupati.

Pembangunan kampung peternakan sapi atau sentra peternakan sapi rakyat Trunen, kata Yusran Aspar, ditargetkan terealisasi pada 2017. (*)

Pewarta: Bagus Purwa
: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026