"Kami akan merekrut 1.450 tenaga pemutakhiran data pemilih untuk pemilukada Samarinda yang akan digelar 2 Agusutus 2010 mendatang. Perekrutan tenaga pemutakhiran data itu dilakukan sebagai upaya mempercepat proses pelaksanaan pemilukada Samarinda yang tinggal tiga bulan lagi," ungkap Ketua KUD Samarinda, Syarifudin Tangalindo, Rabu.
Proses perekrutan sudah mulai berlangsung pada awal April 2010 hingga saat ini. KPUD Samarinda mengusulkan honor mereka Rp700.000/bulan/petugas jika disetujui Pemkot Samarinda. .
Penerimaan tenaga pemutakhiran data pemilih itu kata Syarifuddin Tangalindo berdasarkan TPS (tempat pemungutan suara).
"Jadi, tenaga pemutakhiran data itu direkrut berdasarkan domisili dan TPS. selain efisiensi, langkah ini dilakukan untuk memudahkan verifikasi data yang dilakukan oleh tenaga pemutakhiran data tersebut," ujar Ketua KPUD Samarinda itu.
Proses pemutakhiran data pemilih kata dia akan mulai dilakukan pada Mei 2010.
"Kami targetkan pemutakhiran data itu akan selesai pada awal Juni 2010. Pemutakhiran data dilakukan berdasarkan data DP4 (daftar penduduk potensial pemilih pemilu) yang diserahkan Disduk Capil (dinas kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Samarinda kemudian ditetapkan menjadi DPS (daftar pemilih sementara)," katanya.
Dari DPS itulah kemudian diverifikasi sebelum ditetapkan menjadi DPT (daftar pemilih tetap).
"Pemutakhiran data dilakukan dengan meneliti data pemilih, mulai tempat tinggal, status dan usia pemilih. Jadi, verifikasi dilakukan untuk mendapatkan data valid agar pelaksanaan pemilukada berjalan dengan demokratis," kata Syarifudin Tangalindo.
Laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaltim yang menemukan indikasi penggelembungan pemilih pada DP4 hingga 53.193 suara kata dia, juga akan menjadi salah satu acuan dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih itu.
"Pemutakhiran data itu merupakan salah satu tahapan pemilukada namun dengan adanya laporan dugaan penggelembungan data DP4 itu, akan menjadi acuan kita untuk lebih teliti saat melakukan verifikasi," ungkap Ketua KPUD Samarinda tersebut.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026