Panen sebanyak ini memanfaatkan lahan seluas 148,47 hektare, menunjukkan adanya kerja sama kuat antara pemda, polres, perusahaan, dan kelompok tani

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kepolisian Resor (Polres) dan kelompok tani setempat menghasilkan panen jagung sebanyak 66,2 ton sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026, terutama dalam memanfaatkan lahan eks tambang batu bara.

"Panen sebanyak ini memanfaatkan lahan seluas 148,47 hektare, menunjukkan adanya kerja sama kuat antara pemda, polres, perusahaan, dan kelompok tani," ujar Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutim Purno Edi, di Sangatta, Kalimantan Timur, Jumat.

Ia melanjutkan, dalam kerja sama dengan Polri melalui Polres Kutim, tugas dan fungsi pemda melalui DTPHP Kutim adalah mendampingi, mengawal, dan membantu menyiapkan para kelompok tani binaan agar lebih mandiri dan produktif.

Dalam hal ini, antara Pemkab Kutim, polres, dan petani memiliki frekuensi dan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan volume produksi dan memperluas area tanam, sehingga dengan produksi yang naik, maka petani lebih sejahtera.

Edi juga berharap program Industrialisasi Farming dengan konsep modern terintegrasi yang dijalankan ini dapat berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari penyuluh pertanian, tenaga ahli, serta pengawasan dari Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di tiap desa.

“Pemkab Kutim memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan produksi pertanian dan memperluas area tanam, sehingga kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan ini, seperti kerja sama dengan Polri, TNI, sawsta, perani, dan pihak terkait lain,” ujar Edi.

Sementara Kabag SDM Polres Kutim Kompol Slamet Riyadi, saat Panen Raya Jagung Serentak Kwartal II-2026 yang digelar di area eks tambang Pit J milik PT Kaltim Prima Coal di Desa Singa Gembara, menyebut bahwa kolaborasi ini untuk mewujudkan swasembada pangan berbasis kemitraan.

"Sejak Januari hingga Mei, realisasi penanaman jagung seluas 148,47 hektare. Sedangkan secara keseluruhan sejak 2025, luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 328 hektare dengan total hasil produksi 155 ton," papar Kompol Slamet Riyadi.

General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) PT KPC Wawan Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Sedangkan khusus di eks tambang Pit J, dari total potensi luas lahan tersedia 25 hektare, saat ini sudah berhasil ditanam jagung seluas 20 hektare. Giat ini melibatkan empat kelompok tani binaan Polri, yaitu Poktan Karya Bersama, Poktan Bakutor, Poktan Prima Mandiri, dan Poktan Tani Prima.

"PT KPC memberikan dukungan hulu - hilir, mulai dari penyediaan lahan, benih jagung berkualitas, pupuk NPK dan pupuk kandang, dolomit, pestisida, hingga alat berat seperti hand tractor maupun ekskavator untuk pembukaan lahan," kata Wawan.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026