Total investasi masuk ke Bontang pada 2025 sebesar Rp3,08 triliun, berasal dari PMDN Rp3,02 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp54,11 miliar

Bontang, Kaltim (ANTARA) - Industri pengolahan di Kota Bontang, Kalimantan Timur merupakan lapangan usaha yang paling tinggi menyerap investasi kategori penanaman modal dalam negeri (PMDN), yakni dengan andil sebesar 85,96 persen dari total PMDN yang mencapai Rp3,02 triliun.

"Total investasi masuk ke Bontang pada 2025 sebesar Rp3,08 triliun, berasal dari PMDN Rp3,02 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp54,11 miliar," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur di Bontang, Rabu.

Dari realisasi ini terlihat bahwa PMDN menjadi tulang punggung dalam pertumbuhan investasi di Bontang, meskipun PMA tetap memberikan peran strategis dalam pengembangan sektor tertentu.

Total investasi sebesar itu bersumber dari 323 proyek yang direalisasikan oleh 81 pelaku usaha non-UMKM, menggambarkan bahwa aktivitas investasi dinamis dan adanya keberlanjutan proyek-proyek strategis.

Terdiri atas PMA terdapat dua sektor utama yang mendominasi realisasi investasi sepanjang 2025, yaitu perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

"Sedangkan struktur investasi PMDN didominasi oleh sektor industri pengolahan, khususnya Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi hingga mencapai 85,96 persen," katanya lagi.

Disusul sektor perdagangan dan reparasi 5,18 persen, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin 3,16 persen, usaha jasa lainnya 2,32 persen, hotel dan restoran 1,12 persen.

Ia menyebut, dominasi sektor industri kimia mempertegas karakteristik Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kalimantan Timur, didukung oleh keberadaan industri besar dan ekosistem pendukungnya.

"Hingga kini kami tidak hanya fokus pada peningkatan angka investasi, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan investasi. Ke depan, kami akan memperkuat promosi potensi wilayah dan meningkatkan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi," ujarnya.

Aspian Nur melanjutkan, pada 2024 sektor terbesar penarik investasi di Bontang tetap sama, yaitu industri pengolahan, khususnya Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, persis seperti pola tahun 2025.

Dari total investasi 2024 sebesar Rp2,7 triliun, PMDN menyumbang paling besar dengan nilai Rp2,57 triliun atau 94,86 persen, sementara PMA dengan andil Rp139 miliar atau 5,14 persen.
 



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026