Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengarahkan enam langkah siaga kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi lebih cepat dan kering pada tahun ini.

"Kami meminta warga menerapkan enam poin kewaspadaan sesuai instruksi Wali Kota guna mencegah kebakaran lahan dan krisis air," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso di Samarinda, Rabu.

Hal itu dia sampaikan sehubungan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan kemarau tahun 2026 akan mencapai puncaknya pada bulan Juli hingga September.

Langkah siaga pertama yang ditekankan adalah larangan keras bagi warga untuk membuka lahan pertanian maupun membakar sampah di area terbuka.

Poin kedua berfokus pada peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran pemukiman akibat arus pendek listrik yang rentan terjadi saat cuaca terik.

Masyarakat juga diimbau pada langkah ketiga untuk mulai berhemat serta sangat bijak dalam menggunakan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Khusus untuk sektor pertanian, poin keempat menyarankan para petani segera menyiapkan tempat penampungan air cadangan seperti embung ataupun sumur dalam.

Baca juga: Penajam antisipasi krisis air baku saat kemarau

Instruksi kelima meminta masyarakat segera melaporkan setiap potensi awal kebakaran semak belukar kepada pihak rukun tetangga atau langsung ke BPBD.

Pada siaga keenam, pemerintah kota mengingatkan seluruh warga agar selalu menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengurangi berbagai aktivitas fisik di luar ruangan ketika suhu udara sedang sangat tinggi.

Pihak BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan rutin di berbagai kawasan rawan untuk memastikan imbauan tersebut berjalan optimal.

Disampaikan Suwarso, kolaborasi antara jajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar wilayah ini aman selama periode musim kemarau.

Pemerintah daerah juga telah menyiagakan sejumlah armada pemadam kebakaran di berbagai titik demi mempercepat respons penanganan kondisi darurat bencana.

Upaya mitigasi ini diharapkan dia mampu menekan potensi kerugian materiil serta menghindarkan warga kota dari ancaman krisis alam yang berkepanjangan.

"Kesadaran setiap individu kini memegang peranan paling krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka dari dampak cuaca ekstrem tersebut," demikian Suwarso.

Baca juga: Penajam siapkan mobil tangki antisipasi kemarau



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026