Samarinda (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur memberdayakan zakat produktif dengan menyalurkan bantuan modal usaha terukur kepada 30 bengkel sepeda motor melalui program Z-Auto.
"Kami menyalurkan dana titipan umat ini secara produktif agar para mustahik bisa mandiri dan akhirnya berubah menjadi muzaki yang memberikan dampak positif bagi orang lain," kata Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan di Samarinda, Senin.
Program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan bengkel tersebut sudah dilakukan dalam dua tahap, yakni menyasar 10 penerima manfaat pada 2024 dan dilanjutkan kepada 20 orang pada 2025.
"Setiap pemilik bengkel yang tergolong dalam kelompok rentan menerima suntikan modal usaha senilai Rp20 juta dalam wujud peralatan mekanik modern dan pasokan suku cadang," papar Nabhan.
Salah satu penerima zakat bernama Sugiannor membuktikan efektivitas program ini setelah usaha bengkelnya berkembang berkat kelengkapan mesin kompresor besar hingga alat pembuka baut otomatis.
Baca juga: Z-Auto Baznas Kaltim, upaya zakat memutus rantai kemiskinan
"Penggunaan peralatan modern membuat efisiensi waktu kerja membaik, sehingga pendapatan harian bengkel melonjak dari sebelumnya penghasilan kotor Rp300 ribu ke bawah menjadi rata-rata Rp1 juta per hari," kata Sugi.
Person In Charge Program Z-Auto Baznas Kaltim Bagas Raga menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukanlah sekadar memberi modal lalu ditinggal pergi, melainkan wajib disertai pendampingan intensif.
Evaluasi dari tim Baznas Kaltim mencatat bahwa 30 persen dari total penerima manfaat Z-Auto saat ini telah berhasil bermutasi status menjadi pembayar zakat atau muzaki.
"Saat ini sudah 70 persen mekanik penerima manfaat lain telah rutin menjadi munfik yang konsisten menyisihkan sebagian keuntungan usahanya untuk berinfak di jalan agama," jelasnya.
Baca juga: Baznas Kaltim tetapkan nilai zakat fitrah 2026
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026