Samarinda (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuka kesempatan bagi 30 warga dhuafa di wilayah setempat untuk mengembangkan usaha kuliner melalui program pemberdayaan ekonomi terbaru bernama Mitra Z-Chicken.
"Program ini berfokus pada pemberdayaan usaha mikro bidang kuliner ayam untuk membantu warga miskin yang ingin berwirausaha secara mandiri pada tahun 2026," kata Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan di Samarinda, Kamis.
Melalui upaya pengentasan kemiskinan yang menyasar warga domisili Kota Samarinda ini, kata dia, setiap peserta terpilih mendapatkan bantuan modal usaha senilai kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta.
"Fasilitas permodalan produktif tersebut sudah mencakup pemberian satu set gerobak usaha serta perlengkapan memasak lengkap," jelas Nabhan.
Masa pendaftaran Program Mitra Z-Chicken ini dibuka mulai 27 April hingga 11 Mei 2026, kata dia, atau akan ditutup lebih awal jika kuota peserta sudah terpenuhi.
Baca juga: Kanwil Kemenag Kaltim gandeng lembaga amil salurkan paket duafa
Calon mitra harus memenuhi ketentuan utama yakni beragama Islam, maksimal berusia 55 tahun, dan masuk kategori miskin dengan bukti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan setempat.
Baznas Kaltim juga sangat mengutamakan pendaftar yang memiliki pengalaman usaha kuliner minimal satu tahun serta telah mempunyai target lokasi usaha yang layak.
Persyaratan berkas administratif yang wajib disiapkan oleh pendaftar meliputi fotokopi KTP, Kartu Keluarga, SKTM asli, serta lampiran foto rumah dan rencana lokasi usaha.
Pelatihan teknis didampingi secara langsung dengan mendatangkan tenaga ahli berpengalaman untuk menjamin standar kualitas rasa produk.
Selain pelatihan teknis memasak, peserta juga akan mendapatkan fasilitas pendampingan operasional usaha secara bertahap dan intensif agar bisnis mereka dapat berjalan dengan lancar.
"Seluruh program pemberdayaan berkelanjutan bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan derajat ekonomi masyarakat dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki)," ucap Nabhan.
Baca juga: Bayar zakat lebih awal agar duafa lekas terbantu
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.