Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim memberikan edukasi keuangan digital kepada masyarakat guna mencegah tindak kejahatan dan praktik penipuan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan di Samarinda, Selasa, menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di era digital yang kian kompleks.

Menurut dia, penguatan literasi keuangan digital serta perlindungan konsumen adalah langkah krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan terpercaya.

Melalui kegiatan ini para penerima manfaat dibekali pengetahuan mengenai perlindungan konsumen, cara mengenali modus penipuan, hingga langkah menjaga keamanan data pribadi serta dana saat bertransaksi.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi BI dan Baznas Kaltim dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar semakin cerdas dan aman dalam memanfaatkan layanan keuangan digital,” ujarnya.

Edukasi ini dirangkaikan dengan penyaluran Paket Ramadan Bahagia dan buka puasa bersama dalam program bertajuk BUBUHAN PeKA (ngaBUburit dan BUka bersama bubuHAN PeKA).

Acara yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kaltim tersebut dihadiri oleh sekitar 150 penerima manfaat dari berbagai kalangan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim Ahmad Nabhan mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa bantuan sosial di era digital saat ini harus disertai dengan edukasi yang memadai agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan.

Selain menjadi sarana memperkuat literasi, momentum ini juga menjadi ajang silaturahim di bulan suci Ramadhan sekaligus wujud kepedulian sosial Bank Indonesia kepada masyarakat Kalimantan Timur.

Baca juga: Baznas Kaltim santuni 200 anak yatim dan duafa



Pewarta: Arumanto
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026