Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Bilher Hutahean ketika ditemui di Bontang, Selasa, menjelaskan pihaknya sangat mengapresiasi langkah BLH untuk melakukan pemeriksaaan dan penelitian terhadap kualitas air di WTP tersebut.
"Kami minta BLH segera mempublikasikan secara transparan hasil uji laboratorium itu, apakah air yang dihasilkan WTP Kanaan layak digunakan oleh masyarakat atau tidak," katanya.
Menurut ia, kualitas air dari WTP Kanaan sebagai sumber air bersih bagi warga Bontang masih belum optimal atau belum memenuhi standar, karena keruh dan berwana kuning.
"Airnya masih terlihat agak keruh. Apakah ini efek dari masih adanya endapan di pipa setelah pembersihan WTP atau ada kebocoran belum diketahui," tambah Bilher.
Selama tiga hari terakhir, lanjut Bilher, kualitas air dari WTP Kanaan sudah agak membaik, akan tetapi kadar "Fe"-nya (besi) masih perlu dipastikan sesuai standar yang berlaku.
"Paling tidak, air itu bisa dipakai untuk mandi," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BLH Kota Bontang, Agus Amir, mengakui kualitas air WTP Kanaan dalam beberapa waktu terakhir menurun dan pihaknya telah mengambil sampel air untuk dilakukan penelitian di laboratorium.
"Pada saat pengambilan sampel, aliran air sedang tidak lancar dan kami mendapati kondisi air yang sedikit keruh. Pengambilan sample dilakukan secara kontinyu minimal dengan interval waktu dua-tiga hari sekali, untuk meneliti kadar Fe-nya" katanya.
Ia juga meminta PDAM Tirta Taman selaku pengelola WTP untuk memberikan jadwal pembersihan instalasi tersebut, sehingga kualitas air bisa dipantau bersama-sama. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.