Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur tengah mengoptimalkan pengembangan kawasan Kampung Budidaya Ikan Nila di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai strategi utama memperkuat ketahanan pangan protein hewani di daerah.
"Pengembangan kawasan ini memiliki peran sangat strategis, yang bisa mencukupi kebutuhan protein antar-daerah di Kaltim," kata Kepala DKP Kaltim Irhan Hukmaidy di Samarinda, Kamis.
Kabupaten Kutai Kartanegara dipilih sebagai lokasi prioritas karena tercatat mendominasi 79 persen dari total produksi perikanan budidaya di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Kecamatan Loa Kulu sendiri menjadi sentra produksi terbesar di kabupaten tersebut dengan angka produksi mencapai 10.229 ton per tahun.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan telah menetapkan wilayah ini sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditi Nila melalui Keputusan Menteri KP Nomor 111 Tahun 2023.
"Fokus optimalisasi saat ini diarahkan pada pemanfaatan potensi 11.582 kotak keramba yang tersebar di sepanjang aliran sungai dan anak Sungai Mahakam," jelasnya.
Selain metode keramba, pemerintah juga mendorong produktivitas budidaya kolam air tenang yang memiliki total luas lahan mencapai 244,70 hektare.
Langkah intensifikasi ini dinilai pihaknya penting mengingat tingginya ketergantungan pasar terhadap komoditas ikan air tawar di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat.
Pemerintah daerah berupaya mengatasi sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti fluktuasi harga pakan yang cenderung meningkat dan membebani biaya produksi pembudidaya.
"Sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan kepastian pasar dan akses teknologi yang lebih mumpuni," katanya.
Dari data DKP setempat menunjukkan bahwa sektor ini menjadi tumpuan ekonomi bagi 1.057 rumah tangga perikanan budidaya di kecamatan Loa Kulu.
Lanjut Irhan, penggunaan teknologi tepat guna juga mulai diperkenalkan untuk memitigasi risiko kematian ikan akibat perubahan kualitas air saat musim kemarau atau banjir.
Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) terus disosialisasikan agar hasil panen memiliki standar mutu dan keamanan pangan yang tinggi.(ADV/Diskominfo)
