Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menggandeng kelompok wanita tani (KWT) dalam membudayakan diversifikasi pangan melalui beragam olahan, karena perempuan tidak hanya bisa bercocok taman, tapi juga piawai mengolah makanan.
KWT juga diyakini mampu membantu mewujudkan ketahanan pangan, berperan dalam diversifikasi produk pertanian, perbaikan lingkungan, dan dapat mendorong peran perempuan di masyarakat melalui kreativitas dan kerjasama kelompok di bidang pertanian dan produk turunannya.
"KWT Kabupaten Kukar merupakan lembaga yang memiliki kedudukan penting dan strategis, khususnya dalam mendorong swasembada dan ketahanan pangan di daerah, terutama dari tingkat keluarga," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Selasa.
Selain itu, KWT juga berperan sebagai wadah pemberdayaan perempuan di sektor pertanian yang berfungsi sebagai pusat belajar, komunikasi, dan pengembangan usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Saat ini produksi padi Kukar masih tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur, bahkan padi Kukar dari tahun ke tahun meningkat, namun produksi ini perlu terus ditingkatkan agar mampu memenuhi permintaan dari luar daerah.
Pada 2023, lanjutnya, produksi padi Kukar tercatat 115,10 ribu ton gabah kering giling (GKG), kemudian pada 2024 naik menjadi 122,94 ribu GKG. Sedangkan tahun 2025 diperkirakan produksinya naik menjadi 127,89 ribu ton GKG, atau terjadi kenaikan dari 2024 ke 2025 sebanyak 4,95 ribu ton GKG (naik 4,02 persen).
Sehari sebelumnya, saat melantik Ketua Umum dan Pengurus KWT Kabupaten Kukar periode 2025 – 2030, bupati menyatakan pihaknya akan memberikan sejumlah bantuan stimulan bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
"Namun sebelum memberikan bantuan tersebut, anggota kelompok wanita tani harus lebih dulu mendapat pelatihan tentang pengelolaan bantuan sarana maupun prasarana lain. Sedangkan dari pemda juga akan melakukan evaluasi terhadap beberapa bantuan yang telah diberikan," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa Program Kukar Idaman Terbaik yang kini dijalankan Pemkab Kukar, merupakan buah pemikiran Edi Damansyah, mantan bupati setempat yang kini juga menjadi Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kukar.
Sedangkan untuk kemajuan Kukar ke depan, ia mengharapkan kepada perangkat daerah terkait melakukan pembinaan sekaligus pendampingan intensif dan berkelanjutan kepada KWT Kukar, sehingga kelompok ini dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi dan peran dalam pembangunan pertanian dalam arti luas.
