Samarinda (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur sukses meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan kerja pada tahun 2025. Dari total 352 peserta, sebanyak 77% di antaranya berhasil terserap di dunia kerja atau berwirausaha.
Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, di Samarinda, Kamis, mengatakan pencapaian ini melampaui target nasional dan menjadi indikator positif dalam upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran.
" Program pelatihan kerja ini telah didesain untuk memastikan pencari kerja memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri," kata Rozani.
Program ini mengintegrasikan dua tahapan, yaitu melalui pelatihan vokasi yang dilaksanakan selama satu bulan di 14 lembaga pelatihan swasta di Kaltim.
Tahap kedua melalui metode pelatihan terpadu yakni dengan membekali peserta teori dan keterampilan praktis di berbagai bidang, mulai dari Desain Grafis, General Office, Barista, hingga Make Up Artist.
"Program ini juga memungkinkan beberapa lulusan langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang," tambah Rozani.
Ia menjelaskan pelatihan vokasi ini sejalan dengan visi "Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas" 2025–2029, terutama misi untuk mewujudkan SDM yang unggul dan sejahtera.
Saat ini, lanjut Rozani, angka pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim sendiri telah menunjukkan tren penurunan, dari 5,33% pada Februari 2025 menjadi 5,18% pada Agustus 2025.
Meskipun program sukses, tantangan anggaran tetap menjadi kendala dalam perluasan program. Rozani berharap kolaborasi antara Disnakertrans provinsi dan kabupaten/kota dapat terus diperkuat untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan industri, pelatihan vokasi menjadi kunci bagi masyarakat lokal untuk mengambil peran dalam pembangunan," jelas Rozani.
