Kami menilai, pihak PLN tidak cepat tanggap dan kurang serius mengatasi permasalahan listrik di daerah ini, karena pemadaman listrik terjadi lima sampai enam kali sehari dengan lama pemadaman tiga sampai lima jam,"
Penajam (ANTARA Kaltim) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD bersama Komandan Kodim 0913 (Dandim) Penajam Paser Utara Letkol Czi Adi Suryanto, melakukan inspelsi mendadak ke PT PLN Unit Petung terkait seringnya terjadi pemadaman listrik didaerah itu.

Pada sdiak tersebut, Ketua DPRD Penajam Paser Utara, mempertanyakan pemadaman listrik yang semakin meningkat dari biasanya, dimana bisa terjadi sampai lima atau enam kali dalam sehari.

"Kami menilai, pihak PLN tidak cepat tanggap dan kurang serius mengatasi permasalahan listrik di daerah ini, karena pemadaman listrik terjadi lima sampai enam kali sehari dengan lama pemadaman tiga sampai lima jam," ungkap Nanang Ali, Senin.

Pihak DPRD Penajam Paser Utara lanjut Nanang Ali, sering menerima keluhan dari masyarakat terkait pemadaman yang sering dilakukan PT PLN Unit Petung tersebut.

Sementara, Wakil Ketua  DPRD Penajam Paser Utara, Sudirman menyampaikan, banyak masyarakat yang mengeluhkan pembelian "voucher" listrik bertambah besar, akibat seringnya terjadi pemadaman.

"Masyarakat mengeluhkan setelah pemadaman, tenaga listrik yang tersedot cukup besar sehingga isi 'voucher’ tersedot hampir setengahnya," kata Sudirman.

Supervisi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Girimuikti, Penajam Paser Utara, Komari mengatakan, seringnya terjadi pemadaman di daerah itu akibat defisit listrik akibat mesin pembangkit yang rusak sehingga pasokan daya listrik menurun sampai 12,4 megawatt.

"Beban puncak mencapai 13 megawatt sementara akibat ada kerusakan mesin pembangkit produksi listrik turun 12,4 megawatt sehingga terjadi defisit,” ujarnya.

Pada sidak ke PLN unit Petung yang dipimpin langsung Ketua DPRD Nanang Ali didampingi Wakil Ketua DPRD Sudirman, Ketua Komisi III Baharuddin Muin serta sejumlah anggota dan Dandim 0913 Letkol Czi Adi Suryanto tersebut, sempat diwarnai insiden penendangan tempat sampah,
 
Salah seorang anggota Komisi II DPRD  tersebut merasa kesal karena menilai para petugas di kantor PT PLN Unit Petung dinilai melecehkan dan tidak menghargai unsur pimpinan DPRD dan Dandim 0913 dengan membiarkan mereka menunggu sambil berdiri di ruang tunggu. (*)


Pewarta: Bagus Purwa
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026