Kutai Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan dari berbagai unsur kembali melanjutkan pencarian terhadap dua korban hilang akibat perahu terbalik di Sungai Meratak, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
"Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin 6 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 Wita. Perahu yang ditumpangi tiga petani dilaporkan terbalik setelah menabrak batang kayu hanyut di sungai," ujar Koordinator Pos SAR Sangatta Aries Setiawan di lokasi kejadian, Rabu.
Dari tiga orang yang berada di atas perahu, lanjut dia, satu orang atas nama Iliq Tingai dinyatakan selamat, sedangkan dua orang lainnya atas nama Marsel dan Helmiana Neri, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban antara lain Pos SAR Sangatta, BPBD Kabupaten Kutai Timur, Koramil Bengalon, Polsek Bengalon, Polres Kutai Timur, Polair Polres Kutai Timur, Disdamkarmatan Kabupaten Kutai Timur, dan warga sekitar.
Aries menyebutkan kondisi arus sungai yang deras dan adanya binatang buas, seperti buaya dan ular, menjadi faktor penghambat dalam proses pencarian.
"Namun demikian kami tetap fokus dan berupaya maksimal meski kondisi di lapangan cukup menantang. Mohon doa dari semua pihak agar kedua korban segera ditemukan," kata Aries.
Untuk pencarian hari ini, lanjut dia, sejak pagi tim melaksanakan pertemuan untuk memetakan strategi dalam melanjutkan pencarian, yakni pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai sekira empat kilometer ke arah hilir.
"Pagi ini cuaca cerah sehingga sangat mendukung untuk melakukan pencarian. Sedangkan arus sungai yang deras dan ancaman binatang buas tentu menjadi tantangan, tapi itu bukan masalah, tim di lapangan tetap optimis," ujarnya.
Ia menyatakan operasi ini dibagi menjadi dua sektor yakni sektor 1 melakukan pencarian sejauh dua kilometer menggunakan rubber boat milik BPBD Kutai Timur dan perahu warga.
Sedangkan sektor 2 menggunakan rubber boat dari Basarnas, rubber boat milik Disdamkarmatan Kutai Timur, serta perahu warga untuk menyisir sejauh dua kilometer yang juga ke arah hilir.
