Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendorong inovasi dalam dunia pendidikan dengan menegaskan bahwa proses pembelajaran yang efektif tidak lagi harus terikat pada ruang kelas konvensional.
"Bapak Ibu semuanya, kepala sekolah, bisa saja anak-anak kita nanti memilih tidak datang ke sekolah dan mungkin lebih disenangi dia pembelajaran dari rumah, pembelajaran jarak jauh. Oleh sebab itu alternatif-alternatif itu mungkin jadi pilihan lihat ke depan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Sabtu.
Menurut dia, pembelajaran sekolah dapat diwujudkan melalui berbagai platform digital dan metode jarak jauh yang disesuaikan dengan kebutuhan serta minat pelajar pada era modern.
"Oleh karena itu Disdikbud Kaltim mulai mengevaluasi dan melihat sejauh mana setiap satuan pendidikan berhasil menerapkan serta mengintegrasikan pembelajaran berbasis digital sebagai alternatif yang relevan," jelas Armin.
Gagasan ini dipandang sebagai solusi strategis yang sangat relevan, khususnya bagi siswa di daerah-daerah terpencil seperti di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
Baca juga: Kaltim optimalkan papan pintar ratusan sekolah di 10 kabupataen/kota
"Ini yang memungkinkan mereka memilih pembelajaran dari rumah dengan sistem yang didesain sesuai kebutuhan, tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diterima," tutur Armin.
Perubahan paradigma ini, lanjutnya, menuntut para guru untuk beralih peran dari sumber informasi tunggal menjadi fasilitator yang bertugas memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri mereka secara mandiri.
Selain inovasi teknologi, kata dia, penguatan budaya literasi melalui kegiatan menulis dalam setiap mata pelajaran menjadi skala prioritas untuk melatih dan membangun kekuatan berpikir kritis para siswa di seluruh jenjang pendidikan.
Lebih jauh ia mengatakan sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim, kompetensi berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris, juga akan menjadi target utama yang diukur melalui uji kompetensi wajib bagi seluruh siswa SMA dan SMK di Kalimantan Timur yang akan dimulai pada tahun ajaran mendatang.
"Melalui serangkaian inovasi ini, kami ingin menjadikan provinsi ini sebagai salah satu kiblat pendidikan terdepan di Indonesia, yang menghasilkan lulusan berkarakter kuat, kritis, terampil, serta mampu berkomunikasi secara global," ucap Armin.
Baca juga: Pemkab Penajam tingkatkan infrastruktur pendidikan
