Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menginstruksikan pengawasan untuk memastikan tidak ada praktik pungutan liar dalam pelaksanaan pendidikan gratis yang diterapkan di setiap sekolah di kabupaten itu.
"Kepala daerah menginstruksikan untuk mengawasi operasional sekolah dan memastikan tidak ada praktik pungli yang bisa memberatkan pelajar dan orang tua," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Singkerru ketika ditanya mengenai sekolah gratis di Penajam, Rabu.
Ia berharap lebih banyak anak yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara di masa depan.
Menurut dia, program sekolah gratis tersebut salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu.
Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara siap mengawasi sejumlah sekolah yang melakukan pungutan liar yang membuat peserta didik terbebani. Diharapkan sekolah mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten.
"Komitmen itu menunjukkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan dinas terkait mewujudkan pendidikan yang merata dan adil," tambahnya.
Langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut untuk menjamin pendidikan dasar dan menengah pertama gratis, serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Pemerintah kabupaten memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya," katanya.
Pemerintah kabupaten komitmen ke depan program sekolah gratis untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP terus dilanjutkan dan ditingkatkan, demikian Andi Singkerru.
