Penajam Paser Utara (ANTARA) - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mudyat Noor menyebut, Batalyon Pembangunan gagasan Presiden Prabowo Subianto bisa membantu percepatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.
"Pemerintah kabupaten sambut positif rencana pembentukan Batalyon Pembangunan gagasan kepala negara," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya menyangkut program ketahanan pangan di Penajam, Rabu.
Keberadaan Batalyon Pembangunan yang beranggotakan 1.300 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), lanjut dia, bakal membantu percepatan ketahanan pangan daerah dan nasional.
Adanya Batalyon Pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, dapat mendorong peningkatan produksi sektor pertanian, perikanan, peternakan dan sektor lainnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara, memiliki potensi sektor pertanian dan perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan.
"Dinas Pertanian diminta programkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi seluruh penyuluh pertanian dan perikanan," katanya.
"Seluruh penyuluh pertanian dan perikanan diharapkan melakukan pendampingan ke arah pertanian dan perikanan modern" tambahnya.
Petani Kabupaten Penajam Paser Utara baru mampu panen tiga sampai empat ton per hektare dengan rata-rata hasil produksi kisaran 50.000 ton per tahun di atas lahan persawahan sekitar 14.000 hektare, hasil itu masih di bawah rata-rata panen nasional yang mencapai 5,5 ton per hektare,
Bahkan beberapa daerah di Pulau Jawa mampu mencapai hasil panen padi antara 10 sampai 13 ton per hektare, jelas dia, petani di Kabupaten Penajam Paser Utara harus didorong melakukan inovasi agar hasil panen bisa mengalami peningkatan.
Sedangkan catatan Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, produksi ikan tangkapan nelayan terdata mencapai 6.000 hingga 6.500 ton per tahun.
Produksi ikan air tawar dan tambak air payau (campuran air tawar dan air laut) ditargetkan antara 11.000 hingga 12.000 ton per tahun.
Batalyon Pembangunan bakal dibentuk di setiap kabupaten/kota di Indonesia untuk mendukung menjalankan program kemandirian ekonomi nasional yang meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kesehatan, demikian Mudyat Noor.
