Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengajak Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Kalimantan-Sulawesi, menggandeng perusahaan daerah (perusda) dalam menyalurkan bahan bakar untuk meningkatkan pendapatan daerah.
"Kami harap SKK Migas melibatkan Perusda Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) menjadi mitra penyalur bahan bakar minyak (BBM) industri. Kemudian kendaraan kegiatan proyek SKK Migas yang dipakai juga diharapkan dari Kukar," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Rabu.
Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Kukar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dengan bantuan SKK Migas, yakni dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor, termasuk perusda milik Kukar bisa terlibat di proyek yang dijalankan oleh SKK Migas.
Menurutnya, peran SKK Migas sangat berarti bagi masyarakat, salah satu contohnya adanya kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan dalam bentuk pelatihan kepada pemuda Kukar, sehingga sudah banyak warga setempat yang telah memiliki kecakapan hidup dan diterima di pasar kerja.
Ia pun berharap program pemberdayaan pemuda ini bisa terus dilaksanakan dan terus dikembangkan, karena kolaborasi ini untuk mendidik pemuda Kukar agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan, termasuk bisa terserap kerja di SKK Migas.
Sehari sebelumnya, saat menerima kunjungan Kepala SKK-Migas Kalimantan Sulawesi Azhari Idris dan para pemimpin Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kukar beserta jajaran direksi, di Pendopo Odah Etam Tenggarong, bupati juga menyatakan komitmen terus mengawal pemberdayaan SDM bagi pemuda Kukar.
Menurutnya, pertemuan ini sangat berarti untuk kolaborasi dalam meningkatkan SDM pemuda sekaligus untuk pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang, karena disadari bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan pemkab sendiri, tapi perlu bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan dunia usaha.
Aulia juga menjelaskan sekilas tentang Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Inovatif, Daya Saing, Mandiri, Terbukti, Berprestasi dan Kerja Nyata) yang telah dituangkan dalam visi Kukar 2025-2030.
Visi tersebut berisi tentang arah pembangunan "Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan".
"Visi ini secara konseptual menyasar tiga kondisi utama, yakni Kukar maju, masyarakat sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan. Periode Tahun 2025-2030 ini merupakan tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola," kata Aulia.
