Samarinda (ANTARA) - Tujuh kabupaten dan kota di Kaltim mengikuti penilaian sebagai kandidat penerima penghargaan pemerintah daerah atas komitmen dan partisipasi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan atau Patriana Award tingkat Provinsi Kaltim.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Senin, menyebutkan ketujuh kabupaten dan kota itu adalah Kabupaten Berau, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kota Bontang, dan Kota Samarinda.
Ia memimpin langsung penilaian dan wawancara kandidat, didampingi anggota panelis dari Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kalimantan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, Ketua Dewan Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Kaltim, dan sejumlah akademisi ahli dari Unmul.
Sri Wahyuni menjelaskan, dalam proses wawancara Paritrana Award bisa dilihat bagaimana upaya-upaya inovasi dan komitmen yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten kota terhadap pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Tadi saat wawancara ada berbagai variasi, ada berbagai program inovasi, dan kita juga menanyakan daerah-daerah yang terjadi penurunan cakupan, biasanya persoalan regulasi dan lain-lain,” terangnya.
Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, Sri Wahyuni berharap bisa melihat bagaimana keberhasilan satu daerah, dan itu juga bisa menjadi acuan untuk keberhasilan daerah lain.
“Misalnya ada daerah yang bisa menyinergikan dengan baik program-program ini, tidak hanya berasal dari APBD tapi juga ada dukungan dari pihak lain, yaitu perusahaan, dan seterusnya itu yang kita harapkan,” jelasnya.
Sementara tugas pemerintah daerah, lanjutnya, adalah menjadi fasilitator dan koordinator, bagaimana pelaksanaan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan ini bisa diterapkan sebelum optimal mungkin kepada warga masyarakat yang bekerja sebagai penerima upah maupun badan penyelenggaraan, terutama pekerja nonformal.
Sri Wahyuni menambahkan ada tiga daerah yaitu Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Barat, dan Mahakam Ulu yang tidak mengikuti penilaian ini.
"Mudah-mudahan tahun depan kabupaten dan kota yang tidak ikut tahun ini bisa ikut, dan ini menjadi perhatian kita, karena kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan dan komitmen kepala daerah," tegasnya.
Hasil dari penilaian Paritrana Award tingkat Provinsi Kaltim ini, sambung Sri Wahyuni, nantinya akan diajukan ke Paritrana Award tingkat nasional untuk menjadi perwakilan Kaltim.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026