Kami memiliki sekitar 80 petugas kebersihan yang tersebar di 10 kelurahan pesisir untuk menangani hal ini
Balikpapan (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengerahkan kurang lebih 80 petugas kebersihan untuk mengatasi permasalahan sampah di kawasan pesisir di wilayahnya.
"Kami memiliki sekitar 80 petugas kebersihan yang tersebar di 10 kelurahan pesisir untuk menangani hal ini," kata Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana di Balikpapan, Jumat.
Ia menjelaskan, wilayah pesisir Balikpapan yang membentang sepanjang 84,49 kilometer kerap menerima limpasan sampah dari laut, terutama saat memasuki musim angin selatan. Dan untuk setiap harinya mencapai hingga 9 ton.
Sudirman menyebutkan jenis sampah yang terbawa arus ke pesisir didominasi oleh limbah rumah tangga, terutama plastik, kemasan makanan, dan sampah kayu ringan.
Menurut dia, jika permasalahan ini tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, maka kawasan pesisir Kota Balikpapan berpotensi mengalami krisis lingkungan serupa dengan yang terjadi di beberapa pantai Pulau Jawa yang viral karena dipenuhi tumpukan sampah.
"Ini bukan sekadar urusan kebersihan, tapi menyangkut kualitas lingkungan hidup dan keberlanjutan kawasan pesisir kita," tegasnya.
DLH juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Edukasi dan perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah dinilai menjadi kunci utama untuk mengurangi beban petugas lapangan.
“Kalau hanya mengandalkan petugas, jelas tidak cukup. Harus ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di daerah aliran sungai yang bermuara ke laut,” kata dia.
Sudirman mengatakan, sampah pesisir bukan hanya berasal dari aktivitas laut, tetapi sebagian besar merupakan kiriman dari daratan melalui sungai dan drainase yang bermuara ke Teluk Balikpapan. Oleh karena itu, upaya penanganannya dilakukan dari hulu ke hilir.
DLH saat ini menjalankan sejumlah program prioritas, seperti penataan kawasan pesisir, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha dalam aksi bersih pantai.
Dalam jangka panjang, DLH menargetkan pengurangan volume sampah laut sebesar 30 persen hingga tahun 2026, dengan menggabungkan pendekatan teknis, edukatif, dan regulatif.
“Kalau laut bersih, ekosistemnya sehat, nelayan bisa melaut dengan hasil lebih baik, dan pariwisata pesisir juga bisa berkembang. Jadi dampaknya luas,” tutur Sudirman.
Lanjutnya, DLH juga tengah mengevaluasi kebutuhan tambahan petugas dan armada pengangkut khusus untuk wilayah pesisir, serta mendorong pembentukan Peraturan Daerah yang mengatur pengelolaan sampah pesisir secara lebih terintegrasi.
“Semua ini bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan menjaga kualitas lingkungan dan menjadikan Balikpapan sebagai kota pesisir yang bersih dan layak huni,” katanya. (Adv).
Pewarta: Muhammad Solih JanuarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026