Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menerapkan pendekatan pembelajaran terintegrasi dan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kapasitas dan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Kamis, menyampaikan bahwa ASN perlu terus mengembangkan kompetensi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Salah satunya, kata dia, melalui kegiatan pembelajaran daring seperti ceramah dari para pakar, yang walaupun manfaatnya tidak langsung dirasakan, namun akan sangat berguna saat menghadapi persoalan pada masa mendatang.
"Ilmu dari ceramah lewat zoom itu mungkin tidak langsung digunakan, tapi akan menjadi rekaman di bawah sadar kita. Saat menghadapi masalah, pengetahuan itu bisa muncul sebagai solusi yang tepat," kata Sri pada rapat koordinasi pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim.
Sekda menekankan saat ini BPSDM Kaltim telah memiliki aplikasi khusus untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN.
Aplikasi tersebut, kata dia, dirancang untuk mengisi kebutuhan pengembangan kompetensi individu, yang kemudian dikaitkan dengan kebutuhan organisasi.
"BPSDM sudah memiliki aplikasi ini untuk pemetaan potensi dan kompetensi ASN. Sayangnya, banyak perangkat daerah belum mengisinya, padahal ini penting untuk merancang pengembangan individu dan organisasi secara tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk SDM dalam struktur APBD, dengan mengacu pada ketentuan mandatory spending minimal 0,34 persen anggaran harus dialokasikan untuk pengembangan SDM.
"Ini penting agar SDM yang menjalankan program dan kegiatan bisa menerapkan tata kelola yang baik, bebas dari maladministrasi, dan siap menghadapi perubahan regulasi serta tantangan global," ujarnya.
Pengembangan kompetensi, menurut dia, tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk karir ASN tersebut.
Oleh karena itu, ia mengimbau ASN untuk rutin memenuhi kebutuhan jam pelajaran dan pelatihan, sehingga memiliki pemahaman dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan terkini.
“Kalau setiap ASN secara rutin memenuhi jam pelajaran maka suatu saat ketika menghadapi masalah, pengetahuan yang sudah ter-input itu bisa membantu menghasilkan solusi. Itulah pentingnya pembelajaran berkelanjutan,” ujarnya.
Sekda berharap melalui rapat ini menjadikan langkah strategis untuk memperkuat fondasi SDM aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, agar semakin profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.(Adv/Diskominfo Kaltim)
