Alhamdulillah, sudah terlihat progres yang berdampak nyata, daerah yang biasanya langsung tergenang saat hujan deras, sekarang sudah mulai berkurang

Balikpapan (ANTARA) - Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud mengatakan upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menanggulangi banjir secara bertahap mulai menunjukkan hasil positif. Pantauan di lapangan dan laporan masyarakat melalui media sosial menunjukkan bahwa beberapa wilayah yang biasanya tergenang saat hujan deras kini hanya mengalami genangan ringan dan cepat surut.

“Alhamdulillah, sudah terlihat progres yang berdampak nyata, daerah yang biasanya langsung tergenang saat hujan deras, sekarang sudah mulai berkurang,” katanya saat meninjau lokasi pembuatan bendungan pengendali (Bendali) Ampal Ulu, Selasa (27/5).

Ia mengatakan Bendali berperan penting menampung air hujan yang mengguyur Balikpapan sejak malam tadi meskipun belum sepenuhnya rampung mengingat baru 15 persen pengerjaan.

"Bendali itu menjadi fungsi kontrol air sebelum sepenuhnya melintas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal yang kerap menjadi momok bila hujan deras serta air laut sedang pasang," ucapnya.

Rahmad menjelaskan bila sudah rampung, Bendali itu nantinya mampu menampung sebesar 60 ribu meter kubik air hujan, namun mengingat saat ini baru berjalan 15 persen maka baru bisa menampung sebesar 14 ribu meter kubik.

Ia mengemukakan, sebelumnya Pemerintah Kota Balikpapan juga telah menyelesaikan pelebaran gorong-gorong di kawasan DAS Ampal sebagai bagian dari strategi penanganan banjir dari hulu ke hilir.

“Kita lihat ini belum selesai sepenuhnya, baru sekitar 14 persen, tapi sudah berdampak. InsyaAllah, kalau ini berfungsi optimal, bisa mengurangi potensi banjir di kota Balikpapan,” tambahnya.

Menurutnya kawasan Bendali itu juga dirancang dengan fungsi ganda, selain sebagai pengendali banjir, juga akan dijadikan ruang terbuka hijau dan kawasan ekowisata.

“Nanti akan kita lengkapi jogging track, seperti di Wonorejo, Gunung Pasir, dan Telaga Sari. Jadi tidak hanya berfungsi menampung air, tapi juga bisa dimanfaatkan warga untuk olahraga dan rekreasi,” ujarnya.

Sementara itu, terkait proses pembebasan lahan, Rahmad menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan telah menyelesaikan kewajibannya.

“Kita sudah bayar, sudah titipkan dananya di pengadilan. Tinggal bagaimana penyelesaiannya antara ahli waris dan pengadilan. Pemerintah kota sudah menunaikan kewajiban sepenuhnya,” tegasnya.

Seperti diketahui katanya Kota Balikpapan memiliki delapan DAS utama. Pada 2020, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 88 titik banjir tersebar di kota tersebut.

Diantaranya DAS Ampal (32 titik), DAS Batakan–Manggar (14 titik), DAS Somber (12 titik), DAS Sepinggan (12 titik), DAS Klandasan Kecil (9 titik), DAS Pandansari (4 titik), DAS Lamaru–Solok Api (3 titik), dan DAS Wain (1 titik).

Namun jumlah itu secara bertahap telah berhasil dikurangi. Pada 2021 jumlahnya menurun menjadi 79 titik, tahun 2022 menjadi 60 titik, dan di tahun 2023 tercatat sebanyak 53 titik banjir.

“Ini progres nyata, kami ingin terus kurangi titik-titik itu hingga seminimal mungkin. Tapi tentu perlu dukungan semua pihak,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air, demi mendukung kerja pemerintah kota dalam menangani banjir.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh warga agar upaya ini membuahkan hasil yang baik. Ini ikhtiar kita bersama agar Balikpapan semakin aman dari banjir,” katanya.

Sebelumnya Kepala BMKG Balikpapan Kukuh Ribudiyanto menyebutkan curah hujan tinggi dan pasang laut turut mempengaruhi potensi banjir di Balikpapan.

“Berdasarkan pengamatan kami, hujan yang melanda Balikpapan masuk kategori intensitas tinggi. Di sisi lain, kondisi pasang surut juga tinggi, mencapai 2,4 hingga 2,7 meter,” ujar Kukuh.

Ia menuturkan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir dan genangan air, akibat hujan deras yang masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Timur.



Pewarta: Muhammad Solih Januar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026