Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian agar melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap sistem irigasi pascabanjir yang merendam kawasan pertanian di Rapak Lambur.

"Kepala Dinas Pekerjaan Umum bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan sesuai kewenangan masing-masing segera lakukan pengecekan menyeluruh sistem irigasi di Desa Rapak Lambur," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat.

Jika perlu, katanya lagi, lakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, karena sawah yang terendam selain akibat hujan deras juga adanya limpahan sungai yang meluap.

Ia kembali menegaskan kepada Kepala OPD terkait agar sigap dan menguatkan koordinasi lintas sektor dalam melakukan percepatan penanganan pascabanjir yang sempat menggenangi sawah, sehingga petani bisa menanam kembali dan mengembalikan kondisi perekonomian mereka.

Ia juga meminta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan agar memberikan prioritas bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada petani yang gagal panen, sehingga pada periode musim tanam berikutnya mereka bisa tetap menggarap sawah.

Dua hari sebelumnya, saat mengunjungi area persawahan di Rapak Lambur, bupati juga menyemangati petani setempat agar melanjutkan kegiatan usaha tani mereka di periode musim tanam berikutnya.

Motivasi diberikan karena menurut dia para petani merupakan pahlawan yang berjuang untuk tetap bisa menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga Kabupaten Kukar.

Dalam kunjungan tersebut bupati juga menyerahkan beras untuk Bantuan Bencana Gagal Panen yang disebabkan banjir di Rapak Lambur.

"Kami atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Kukar menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam. Kami juga turut berduka cita atas bencana gagal panen yang dialami petani," ujarnya.

Baca juga: Perusahaan-petani Kukar sulap eks tambang jadi sawah produktif



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026