Berdasar data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Kota Balikpapan ada 16.000 keluarga pemegang KKS,"
Balikpapan (ANTARA Kaltim) - PT Pos Indonesia, melayani pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebesar Rp6 miliar di Kantor Pos Besar Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, mulai Selasa (2/12).

Kepala Kantor Pos Balikpapan Lili Ariyanto di Balikpapan, Selasa, mengataan pada hari pertama, Selasa sekitar 1.000 warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Kelurahan Klandasan Ilir, Klandasan Ulu, Kelurahan Damai, dan Kelurahan Telagasari datang ke Kantor Pos Besar untuk mencairkan bantuan dana itu.

"Berdasar data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Kota Balikpapan ada 16.000 keluarga pemegang KKS. Warga yang datang antre di tenda yang sudah disiapkan," katanya.

Ia mengatakan mereka harus menunjukkan KKS atau bila belum mendapat KKS, bisa menggunakan Perlindungan Sosial (KPS) yang dulu untuk mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di era pemerintaha Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut dia karena e-cash belum siap, yang datang mengambil ini langsung dapat uang tunai. Seharusnya dengan dasar KKS itu, mereka mendapat semacam SIM Card atau kartu HP, atau uang elektronik yang dapat digunakan untuk mencairkan SKS.

Dana simpanan keluarga sejahtera itu telah diisi oleh pemerintah sebesar Rp400.000, untuk bulan November dan Desember 2014.

"PT Pos akan melayani pencairan dana hingga pertengahan Desember 2014. Setelah itu pihaknya masih melayani pencairan dana secara regular. Selanjutnya pencairan dana tersebut juga bisa dilakukan di Kantor Pos di pinggiran kota seperti Kantor Pos Manggar atau Kantor Pos Batu Ampar," katanya.

Dia mengatakan pada 8-9 Desember nanti akan ada pencairan dana di Kantor Pos Manggar. Pencairan SKS di Kantor Pos Balikpapan berjalan lancar dan tertib. Pelayanan berlangsung dari pukul 08.00 WITA sampai pukul 16.00 WITA.

Sudarmi (70), warga Klandasan Ulu mengaku bersyukur memperolah dana bantuan melalui PSKS sebesar Rp400 ribu untuk dua bulan itu.

"Senang sekali. Saya ambil semua untuk dibelikan beras dan kebutuhan sembako," kata Sudarmi yang saat itu diantar cucuknya.    (*)

Pewarta: Novi Abdi
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026