Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak berjanji akan memberikan beasiswa kepada 20 dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Kaltim untuk program doktor seiring rencana pengurus Muhammadiyah setempat yang akan mendirikan perguruan tinggi.
"Hal terpenting dalam pendirian perguruan tinggi adalah kesiapan SDM, makanya kita tawarkan untuk tahap awal ini memberikan beasiswa doktor bagi 20 dosen Unmuh Kaltim, bila perlu tahun depan ditambah," ujarnya di Samarinda, Jumat.
Pernyataan itu diungkapkan gubernur setelah membuka Tanwir Muhammadiyah 2014 di Ballroom Hotel Mesra Internasional Samarinda.
Tanwir juga membahas rencana pembangunan Unmuh Kaltim. Apabila Unmuh terbangun, maka akan menjadi perguruan tinggi milik Muhammadiyah yang ke-171 di Indonesia.
Beasiswa program doktor bagi 20 dosen Unmuh tersebut merupakan bagian dari 50.254 orang calon penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang yang disalurkan Pemprov Kaltim pada 2014.
Dalam kesempatan itu gubernur juga mengajak semua pihak terkait agar bersama-sama memajukan Unmuh Kaltim supaya bisa sama dengan Unmuh di daerah lain, sehingga ke depan Unmuh Kaltim akan menjadi kebanggan dalam mencetak generasi berkualitas dan memiliki daya saing.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin yang hadir dalam acara itu meminta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah mempercepat proses pembangunannya karena telah mendapat dukungan dari gubernur.
Untuk percepatan pendirian Unmuh Kaltim, maka dia akan meminta 170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia untuk mendorong agar perguruan tinggi ke-171 yang akan dibangun di Kaltim ini segera terealisasi.
Dukungan dari perguruan tinggi yang sudah lama berdiri itu bukan hanya saran, tetapi juga dukungan ketersedian tenaga dosen dari berbagai daerah, seperti Unmuh Yogjakarta, Unmuh Surakarta, dan Unmuh Malang.
Dia mengaku bahwa Pimwil Muhammadiyah Kaltim agak telat ketimbang daerah lain dalam rencana pembangunan Unmuh karena mayoritas penduduk Kaltim beragama Islam, sementara daerah lain dengan penduduk Islam minoritas seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur, justru lebih dulu membangun.
"Namun kita memiliki prinsip bahwa lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Untuk itu saya memberikan apresiasi kepada Pimwil Kaltim yang memiliki semangat untuk membangun Unmuh demi peningkatan SDM daerah. (*)
