Kita, pemerintah daerah juga memiliki kesepakatan maupun komitmen sesuai kebijakan-kebiijakan yang telah dibuat bersama masyarakat sekitar destinasi wisata dan pihak dunia usaha. Juga kolaborasi media dalam promosi destinasi pariwisata,Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya mengoptimalkan daya saing produk wisata di wilayah setempat melalui penerapan 4A, yakni atraksi, aksesibilitas, amenitas dan akselerasi sebagai upaya promosi dan pencitraan pariwisata di daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Riza Indra Riadi menjelaskan atraksi yang dimaksud yakni menampilkan atraksi yang berdaya saing dengan tempat-tempat wisata lain di Indonesia maupun di luar negeri, seperti danau dua frasa.
“Selanjutnya, aksesibilitas atau meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan ke destinasi wisata yang harus mudah lewat darat, laut maupun udara,” kata Riza Indra Riadi dalam keterangan resmi diterima di Samarinda, Rabu.
Sementara Amenitas, yaitu daya dukung pariwisata seperti money changer, hotel, restoran, rumah sakit, dan infrastruktur penunjang lainnya harus dibangun agar dapat mendukung kepariwisataan (fasilitas umum).
Ia mengatakan poin Akselerasi yang dimaksud yaitu kelembagaan di destinasi wisata harus ada, seperti jasa kelompok sadar wisata (pokdarwis).
"Percepatan pengembangan ekowisata sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Kaltim akan dioptimalkan. Sehingga sektor pariwisata mampu menopang perekonomian Kaltim sebagaimana arah kebijakan pembangunan, menjadikan pariwisata sebagai transformasi ekonomi menggantikan sumber daya alam tak terbarukan,"kata Riza.
Dalam menghadapi tantangan dan kendala pembangunan di sektor kepariwisataan, Pemprov Kaltim menempuh strategi dengan koordinasi dan kolaborasi antara stakeholder terkait fokus pada komunikasi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, media dan akademisi.
“Kita, pemerintah daerah juga memiliki kesepakatan maupun komitmen sesuai kebijakan-kebiijakan yang telah dibuat bersama masyarakat sekitar destinasi wisata dan pihak dunia usaha. Juga kolaborasi media dalam promosi destinasi pariwisata,” kata Riza.
Terlebih di era digitalisasi, jelas Riza, promosi dan pencitraan pariwisata Kaltim semakin gencar dilakukan oleh instansi terkait melalui media massa, seperti media cetak (surat kabar, majalah dan buku), media elektronik (radio dan televisi), serta media online dan media sosial yang saat ini sangat digandrungi masyarakat.
“Pencitraan dan pengenalan pariwisata Kaltim melalui media sosial (medsos) melalui laman youtube, instagram, facebook, media online, whatsapp maupun platform digital lainnya terus dilakukan dengan strategi komunikasi pemasaran terpadu dan sinergi kemitraan,” jelasnya.
Pewarta: ArumantoEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026