"Alhamdulilaah cukup lancar dan baik, meski ada sekolah yang terpaksa menggunakan soal hasil fotokopi," ujar Sekretaris Daerah Kukar Edi Damansyah usai meninjau penyelenggaraan UN beberapa sekolah di Tenggarong, Jumat pagi.
Dalam peninjauan UN tersebut, Edi didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum H Chairil Anwar, Asisten Asisten II Bidang ekonomi dan Pembangunan Setkab Kukar H Bahteramsyah, Kepala Dinas Pendidikan Kukar Hermawan, Kabag Humas dan Protokol Dafip Haryanto, serta Kabag Administrasi dan Organisasi Setkab Kukar Dardiansyah.
Adapun sekolah yang dikunjungi yakni SMAN 2 Tenggarong dengan 312 peserta yang terbagi 8 ruangan, kemudian MAN Unggulan dengan 88 peserta UN terbagi delapan ruangan, selanjutnya SMAN 1 Tenggarong yang diikuti 279 peserta UN dalam 15 ruangan. Lalu dilanjutkan ke SMK YPK dengan jumlah siswa peserta UN 429 orang, dan peninjauan di akhiri di SMK 1 Tenggarong yang jumlah peserta ujiannya 302 siswa.
Dari sekolah yang ditinjau tersebut hanya SMAN 1 Tenggarong yang menggunakan soal hasil penggandaan, namun murid tetap dapat membaca soal sehingga tak ada kesulitan berarti dalam membaca soal.
Hanya saja di MAN Unggulan Tenggarong terjadi keterlambatan datangnya soal untuk satu kelas yakni jurusan Agama, namun tak berapa lama UN bisa dilaksanakan karena soal sudah tiba.
Edi juga mendapatkan laporan bahwa di kecamatan Tabang yang merupakan kecamatan paling hulu, UN juga sedang berlangsung.
Selanjutnya Edi mengatakan mengenai UN tahun ini, yang seperti diketahui bersama terjadi masalah dalam pendistribusian naskah soal hendaknya dijadikan pelajaran dari jajaran pelaksananya.
"Kami harap kejadian seperti ini tak terjadi lagi ke depannya," harapnya. (*)
Pewarta: Hayru AbdiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.