Ini terungkap pada rapat dengar pendapat (RDP) alat kelengkapan Dewan yang membidangi hukum dan pemerintahan tersebut dengan Diskominfo dan sejumlah mitranya, Jumat (12/4) lalu.
"Rekan Komisi I banyak, satu persatu kami secara serius melakukan pertemuan untuk membahas bersama rencana kerja dan mendukung program-program positif mereka, meskipun masukan dan evaluasi tetap dilakukan," kata Wakil Ketua Komisi I, Pdt Yefta Berto.
Ditambahkan, pembahasan bersama juga merupakan dukungan bagi mitra komisi termasuk masalah dukungan dana untuk penyelenggaraan program-program kerja."Kita ingin mendengar program apa saja yang direncanakan dan bagaimana kemajuan kerja yang telah dilakukan," tambah politisi Partai Damai Sejahtera ini.
Bersama Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, hadir pula perwakilan dari TVRI, RRI dan KIP. Terkait dana operasional, TVRI membutuhkan Rp6 miliar, RRI Rp14 miliar dan KIP Rp1 miliar .
"Usulan dana beserta program yang termasuk di dalamnya akan kami bahas lagi nanti dalam rapat internal komisi. Secara umum usulan yang disampaikan hendaknya merupakan program prioritas," kata Yefta Berto yang didampingi anggota Komisi I, HM Arsyad Thalib.
Yefta Berto mencontohkan, seperti usulan RRI Kaltim, di mana stasiun radio yang telah mengudara puluhan tahun dan kini telah menjangkau hampir 70 persen wilayah Kalimantan Timur ini belum memiliki auditorium sendiri, sehingga berharap usulan bisa disetujui mengingat RRI di daerah lain di indonesia rata-rata sudah memiliki auditorium sendiri.
Yefta Berto juga menyambut positif rencana pembangunan gedung Diskominfo setinggi 6 lantai.
"Jika ini memang ingin direalisasikan, pembangunan di lahan baru milik pemprov, menurut saya rencana ini perlu didukung, mengingat rekan diskominfo sangat banyak, sehingga jika dapat terkonsentrasi pada satu tempat akan memudahkan kerja kawan-kawan," Yefta Berto (Humas DPRD Kaltim/adv/lia/dhi/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.