"Awalnya calon Panwascam berjumlah 76 orang, namun dua orang tidak bisa hadir karena alasan teknis, mulai pagi hingga sore tes wawancara berjalan, kami bertiga berbagi tugas dalam meng-interview calon dari 13 kecamatan," kata anggota Panwaslu Berau, Drs Agus Ganif, Minggu.
Tampak sejumlah mantan panwascam 2010 ikut uji kemampuan dalam seleksi kali ini, selebihnya calon baru di kecamatan masing-masing yang ingin menjadi "wasit" dalam Pemilihan Gubernur 2013 dan Pemilu 2014.
Materi yang diajukan seputara aturan perundang undangan, serta pengetahuan mengenai Kabupaten Berau dan wilayah kampung di Kecamatan karena di situlah area pengawasan panwascam dalam menjalankan tupoksinya agar Penyelenggaraan pemilu berjalan secara mendiri, tertib, keterbukaan, profesional, proporsional, akutantabilitas efisiens dan efektivitas.
Di luar materi perundang undangan, disebutkan Agus, diharapkan agar Panwascam yang berkredibilitas, tidak memihak atau "masuk angin".
"Seusai dengan harapan Bawaslu Pusat, agar pemilu dapat berjalan secara baik," lanjutnya.
Sementara itu, calon panwascam yang mengikuti seleksi berasal dari 13 kecamatan, yang sebagian merupakan mantan anggota Panwascam tahun 2010, seperti Sorvi, mantan Panwascam Pulau Derawan, Maulana dari Kecamatan Batu Putih, Amran dari Kecamatan Talisayan, Van Houven dari Kelay. Mereka kembali berharap dapat lulus dalam seleksi.
Menurut mereka menjadi panwascam adalah profesi adhoc yang menantang, sekaligus dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum dan perundang-undangan. (*)
Pewarta: Helda MildianaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.