Tinggal dikembangkan saja. Lahannya Insya Allah cukup. Soal anggaran, bisa dibicarakan bersama Pemprov dan DPRDSaamrinda (ANTARA Kaltim) - Sebagai provinsi yang mempunyai banyak peninggalan sejarah, mulai zaman purba hingga masa penjajahan, Kalimantan Timur semestinya mempunyai Meseum Geologi, sehingga apa yang terjadi di masa lampau, sekarang dan bahkan akan datang, peninggalannya dapat disimpan dengan baik.
"Kaltim sangat kaya dengan potensi geologi, mulai zaman purbakala, penjajahan, hingga sekarang. Tentu sangat disayangkan kalau semua itu tak satu pun peninggalannya disimpan di museum. Ada PT Kelian Equatorial Mining (KEM) yang beroperasi menambang emas di Kutai Barat selama 13 tahun. Sekarang sudah tutup. Apakah jejak perusahaan ini akan hilang begitu saja? Juga perusahaan-perusahaan tambang besar lainnya. Makanya Kaltim mestinya membangun Museum Geologi sebagai representasi sejarah,†kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim asal PKS, H Ahmad Abdullah usai memimpin kunjungan komisinya ke Museum Geologi Bandung, Kamis (14/2).
Senada dengan Ahmad Abdullah, Wakil Ketua Komisi IV Hj Encik Widyani mengatakan, jejak kejayaan tambang batu bara di Loa Kulu, Kutai Kartanegara dan di Teluk Bayur, Berau pada zaman penjajahan Belanda semestinya masih bisa digali dan dipamerkan di sebuah Museum Geologi apabila Kaltim memilikinya.
"Belum terlambat apabila kita mau membangunnya," kata politisi Partai Golkar ini.
Sedangkan Sekretaris Komisi IV, Mudiyat Noor mengusulkan pembangunan Pusat Ilmu Pengetahuan (Science Centre) yang rencananya segera dimulai proyeknya oleh Pemprov Kaltim dapat dipadukan dengan Museum Geologi.
"Tinggal dikembangkan saja. Lahannya Insya Allah cukup. Soal anggaran, bisa dibicarakan bersama Pemprov dan DPRD," kata wakil rakyat asal Partai Hanura ini.
Sementara anggota Komisi IV asal Partai Amanat Nasional (PAN), Zain Taufik Nurrohman mengatakan soal pengelolaan museum perlu mendapat perhatian, agar jangan menjadi rebutan, seperti kasus Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara.
"Kejelasan soal pengelolaan dan pendanaan sangat penting," kata anggota Dewan asal daerah pemilihan Bontang, Kutim dan Berau ini.
Dia menambahkan, temuan tim peneliti dari Prancis dipimpin Jean Michael Chozine, berupa 12 situs berusia ribuan tahun, seperti bekas tapak tangan manusia berumur ribuan tahun di pegunungan karst Bengalon, Kutai Timur, dokumentasinya sangat layak dipamerkan di Museum Geologi, kalau Kaltim mempunyainya nanti.
Anggota Komisi IV lainnya, Maria Margaretha Rini Puspa, Hj Puji Astuti, Lelyanti Ilyas, Masitah, Yakob Ukung dan Safuad, juga menilai penting bagi Kaltim memiliki Museum Geologi.
"Balikpapan yang akan membangun Museum Migas, sebaiknya sekalian dikembangkan menjadi Museum Geologi," kata Puji Astuti, anggota Komisi IV asal Partai Demokrat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima pengelola museum, antara lain Suharto, Julianty M dan Aurora Murnayati.
"Kami siap membantu Kaltim, apabila provinsi ini membangun Museum Geologi. Cukup menyurati kami dan tidak usah memikirkan lain-lain. Dengan senang hati, kami akan membantu Kaltim," kata Suharto, Penanggung Jawab Peragaan Museum Geologi Bandung.
Usai pertemuan dengan pengelola museum, rombongan Komisi IV sempat melihat-lihat koleksi Museum Geologi seperti contoh batuan, mineral, serta fosil yang dikumpulkan para ahli geologi dari berbagai daerah di Indonesia.
Rombongan juga sempat berdialog dengan Gerrit Dirk Van Den Bergh, peneliti paleontologi dari School of Earth and Environmental Sciences, University of Wollongong, Australia.
Koleksi Museum Geologi dikategorikan ke dalam tiga ruangan, yakni Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia dan Geologi untuk Kehidupan Manusia. (Humas DPRD Kaltim/adv/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.