Balikpapan (ANTARA) - Pertamina kembali mengingatkan masyarakat sekitar Kilang Balikpapan tentang kode-kode bunyi sirene yang sewaktu-waktu bisa terdengar dari Kilang.
“Ada tiga macam suara sirene,” kata Humas Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan Ely Chandra Peranginangin, Kamis.
Suara yang bisa terdengar dari Kilang Pertamina adalah berupa sirene bergelombang selama 3 menit jika terjadi keadaan darurat.
Jika terdengar sirene selama 6 menit terputus-putus, maka berarti dilakukan evakuasi. Bila keadaan sudah aman kembali maka ditandai dengan sirene tanpa putus selama 1 menit.
Keadaan darurat yang mungkin terjadi di Kilang diantaranya adalah kebakaran, yang dalam 3 tahun terakhir sudah terjadi 3 kali dengan berbagai skala.
Terakhir kebakaran terjadi akhir Maret lampau. Asap tebal terlihat membumbung dari arah Kilang dan membuat warga di sekitar waswas.
Petugas keamanan Kilang juga menutup Jalan Yos Sudarso atau Jalan Minyak, dan para pekerja yang ada di dalam kawasan Kilang segera dievakuasi.
Karena itu, Chandra berharap dengan mengetahui kode bunyi sirine tersebut, warga Balikpapan tidak panik dan tetap menjaga suasana kota tetap kondusif, sementara tim Pertamina mengatasi kejadian.
"Kita tentu saja berharap Kilang dapat terus beroperasi dengan aman dan handal. Namun tentunya kesiapsiagaan perlu terus dipahami dan dilatih," kata Chandra.

Sebelumnya pada acara Sosialisasi dan Edukasi Aspek Keselamatan, Pengelolaan Lingkungan, dan Kesiapsiagaan kepada Camat dan Lurah di wilayah operasional Pertamina di Aula Kecamatan Balikpapan Barat, Pertamina memberikan bantuan sarana dapur umum kepada 10 kelurahan yang mengelilingi kawasan Kilang Balikpapan.
Setiap kelurahan mendapat 8 unit tabung bright gas, 4 unit kompor gas dan 4 unit regulator.
Kelurahan yang mendapat bantuan ini adalah Kelurahan Prapatan, Kelurahan Margasari, Kelurahan Baru Tengah, Kelurahan Baru Ilir, Kelurahan Baru Ulu, Kelurahan Karang Jati, Kelurahan Karang Rejo, Kelurahan Margomulyo, Kelurahan Batu Ampar, dan Kelurahan Muara Rapak.
“Dari pengalaman kita melihat, keberadaan dapur umum adalah hal yang penting dalam keadaan darurat atau pun pasca bencana. Dengan kelurahan sudah memiliki sarana untuk itu, kita berharap kita lebih siap,” kata Chandra lagi.
