Kepala Dinas Kesehatan Totoh Hermanto, Senin, mengatakan, di musim hujan ini memang ada beberapa penyakit yang perlu diantisipasi oleh masyarakat, seperti penyakit saluran pencernaan seperti DBD, tifus dan diare, serta chikungunya.
"Fogging ini terutama Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tim kami akan melakukan fogging, kemudian kami minta peran serta warga juga turut mendukung dengan melaksanakan kebersihan di lingkungan rumah, katanya.
Dia mengatakan pengasapan nantinya berpusat di beberapa lokasi endemis yang berada di kecamatan terdekat.
Bahkan, ujarnya, pengasapan juga akan dilakukan di beberapa wilayah kecamatan pesisir dan pedalaman, yang nantinya dilaksanakan oleh petugas puskesmas di wilayah tersebut.
Ditambahkannya, kegiatan ini sebagai upaya dan langkah agar jangan sampai penyakit tersebut menjadi kasus luar biasa (KLB) seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
"Kami berupaya sedini mungkin melakukan pencegahan," jelasnya.
Dikatakannya, ada tiga tempat di wilayah dalam kota yang rawan endemis, yakni di Kelurahan Bugis, Gayam dan Kelurahan Tanjung Redeb.
Tiga kelurahan ini terus menjadi perhatian Dinas Kesehatan, salah satunya dengan melakukan pengasapan rutin di lingkungan tempat tinggal warga serta memberikan dengan gratis bubuk abate. "Kita terus pantau tiga kelurahan ini," ungkapnya.
Dikatakan Totoh, untuk melakukan pemberantasan penyakit ini tidak bisa hanya mengandalkan Dinkes saja, namun lebih maksimal bila melibatkan stakeholder, pihak swasta, dan termasuk yang dominan adalah masyarakat.
Alasannya, masyarakatlah yang sangat menentukan, sebab mereka yang lebih paham akan kebersihan lingkungan dan tempat tinggalnya.
"Meski kami telah melakukan pencegahan, namun kalau masyarakatnya tidak mendukung untuk menjaga kebersihan lingkungannya, tentu ini tidak akan berjalan dengan maksimal," katanya. (*)
Pewarta: Helda Mildiana: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.