Jakarta (ANTARA) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengharapkan Kapolri yang baru dilantik, yakni Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, dapat melanjutkan program Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dalam hal digitalisasi hingga penguatan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Yang paling penting dalam konteks kepemimpinan beliau nanti, yang pertama memang melanjutkan apa yang dilakukan oleh Pak Jenderal Listyo Sigit," kata anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, program pertama yang harus dilanjutkan adalah pelayanan kepada masyarakat melalui digitalisasi. Ia menilai program digitalisasi sangat memudahkan masyarakat sehingga penting untuk diperkuat.

Berikutnya adalah program-program terkait dengan pelayanan Polri bagi masyarakat disabilitas.

"Beberapa langkah yang sudah dibangun Pak Listyo Sigit soal disabilitas melalui tindakan affirmative action, baik menjadi bagian dari kepolisian maupun pelayanan kepolisian kepada kelompok disabilitas, kalau bisa memang diperkuat," katanya.

Kemudian, sambung Anam, program penguatan pengawasan personel, baik secara internal maupun eksternal. Menurutnya, dari sisi internal, Polri harus memperkuat Divisi Propam melalui mekanisme sanksi yang tegas dan pengawasan internal agar tidak ada lagi pelanggaran.

Sedangkan dari sisi pengawasan eksternal, menurutnya, Kompolnas harus diperkuat menggunakan skema dari rekomendasi Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Selain itu, harus ada pula terobosan untuk ruang pengawasan publik.

Terakhir, Anam mengatakan bahwa Kapolri baru harus memberikan perhatian khusus terhadap isu perempuan dan anak dengan memperkuat Direktorat PPA hingga ke tingkat Polres.

"Zamannya Listyo Sigit itu ada penguatan PPA di Polda-Polda yang masih terbatas, dan itu bisa dilanjutkan agar semua Polda bisa memilikinya. Bahkan tidak hanya level Polda, bahkan level Polres sehingga merata kebutuhannya," katanya.

Anam meyakini Suyudi sebagai Kapolri baru mampu melanjutkan program-program Polri sebelumnya dan memperkuat program hingga makin konkret.

"Kami mendukung itu dan kami percaya bahwa pemilihan Kapolri telah melalui mekanisme kapabilitas oleh Pak Presiden," ucapnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Selain itu, Prabowo juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia ditunjuk sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo dan mendapat persetujuan DPR RI dalam rapat paripurna pada Kamis.

Sementara itu, Wahyu Hadiningrat sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Polri.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari perubahan sejumlah jabatan dalam pemerintahan. Listyo Sigit Prabowo selanjutnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman, yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kompolnas harap Kapolri baru lanjutkan program digitalisasi hingga PPA

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026