Tanjung Redeb  (ANTARA Kaltim) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau akan mengusulkan pembangunan Gedung Kesenian di wilayah itu pada anggaran 2013.

"Diusulkan pada 2013 dan jika tidak ada aral melintang, jika disetujui maka akan berdiri gedung Kesenian pada tahun 2014," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Hj Rohaini MM M Pd, Sabtu.

Sebelumnya, pada 2004 hingga 2009 pun pernah diusulkan, namun ketika itu ada kebutuhan yang lebih mendesak sehingga Pemkab menundanya.

Dia mengkui, saat ini pun gedung Disbudpar Berau pun sudah tidak layak lagi ditilik sebagai gedung yang mengelola seni budaya dan pariwisata yang indentik dengan kecantikan dan keindahan.

"Namun, kami berupaya untuk dapat menghasilkan sesuatu yang indah dan cantik, meski keadaan gedung kami begini. Kalaupun gedung Disbudpar demikian, harus terus di-`Sanggami` (dipercantik)," kata Rohani yang juga mantan Kadis Pendidikan Berau.

Ia mengatakan, nantinya Gedung Kesenian itu sepaket dengan Gedung Pariwisata. "Itu teknis saja, yang jelas diupayakan mengusulkan di tahun 2013 mendatang, karena jika di tahun 2012 ini sudah tidak memungkinkan," kata Rohaini.

Sebelumnya, menurut keterangan pegawai Disbudpar yang telah lama bercokol di instansi tersebut, gedung Kesenian sudah pernah diusulkan sejak tahun 2004 ketika itu masih dijabat almarhum H Sudirman SH dan 2009 Dra Hj Rusdiani dan Adji Bahrul Hadie.

Hal ini juga berangkat dari wacana dan usulan kalangan seniman teater, musik, seperti Ahmad Maulana, almarhum Odang Darmansyah, Adji Rasman, Mappasikra Mappaseleng, Syafrudin, Erson dan seniman lainya, di Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Berau.

Selama ini jika ada pertunjukkan seni, masyarakat Berau menikmatinya di gedung Busak Malur, dan sejak ada GOR yang telah direnovasi, maka GOR salah satu pilihan jika even yang digelar menyedot massa yang cukup banyak.

Dengan adanya gedung kesenian, harapan seniman dan masyarakat bisa menikmati tontonan seni dengan cantik dan menarik, bahkan bisa menjadi spektakuler karena gedung seni ditunjang dengan penataan lighting sehingga menghidupkan suasana yang lebih hidup.

Di samping itu, dengan adanya gedung seni yang sepaket dengan wadah latihan anak anak yang berkesenian teater maupun latihan musik, sangat menunjang kreativitas generasi muda, serta galeri penyimpanan alat musik tradisional, yang selama ini disimpan di Kantor Disbudpar, berjubel dengan ruangan bidang kebudayaan dan beberapa ruang lainnya. (*)



Pewarta: Helda Mildiana
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026