Samarinda (ANTARA) - Museum Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terus memikat minat generasi muda untuk mempelajari sejarah daerah melalui penerapan teknologi digital yang interaktif.

"Kami menghadirkan media interaktif seperti hologram dan layar sentuh agar proses belajar sejarah tidak membosankan bagi generasi masa kini," kata Pamong Budaya Museum Samarinda Ainun Jariah di Samarinda, Sabtu.

Selain menawarkan fasilitas modern, museum ini memegang peran vital sebagai pusat pendidikan yang menjembatani masyarakat dengan akar budaya lokal.

Lembaga pelestari sejarah tersebut mengumpulkan dan merawat beragam koleksi visual penting, termasuk dokumentasi pembentukan kota serta pembangunan rumah ibadah tertua Masjid Shirathall Mustaqiem.  

Para pengunjung juga dapat mengeksplorasi cerita legenda rakyat setempat, seperti kisah Pesut Mahakam sebagai simbol penjaga kelestarian sungai.

"Upaya pelestarian warisan leluhur ini tidak terbatas di dalam gedung pameran, karena pihak museum turut merawat belasan situs cagar budaya," kata Ainun.

Lebih lanjut dia mengatakan, seluruh proses pemeliharaan artefak dan benda bersejarah tersebut ditangani secara langsung oleh tim ahli yang terdiri dari kurator serta konservator.

Baca juga: Masjid tua Tenggarong dan Museum Sadurengas jadi cagar nasional

Guna memperluas penyebaran informasi budaya, pengelola museum menggandeng kreator konten untuk memproduksi materi edukatif melalui platform media sosial secara rutin.

"Ruang publik ini sering menjadi wadah berbagai program pelibatan komunitas, mulai dari lokakarya kesenian hingga kompetisi kreatif bagi pelajar," ungkap Ainun.

Kawasan museum bahkan secara aktif difungsikan sebagai lokasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan pameran kuliner bersama para pelaku UMKM setempat.

Dalam sektor pariwisata, pihak museum ini menjalin kerja sama bersama biro perjalanan guna menjadikan tempat tersebut sebagai paket destinasi unggulan ibu kota Kaltim.

Pihak pengelola museum terbuka menerima sumbangan koleksi bersejarah dari masyarakat luas yang memiliki keterkaitan erat dengan masa lalu Kalimantan Timur.

"Maka itu, menjaga warisan sejarah merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa agar identitas budaya tidak diklaim pihak lain," demikian Ainun.

Baca juga: Sambut libur Lebaran, Museum Mulawarman sajikan kebudayaan khas Kaltim



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026