Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjangkau sebanyak 72 desa terpencil, agar merasakan manfaat listrik yang tersebar di empat kabupaten.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Elly Luchritia Nova, di Samarinda, Minggu, menjelaskan bahwa potensi energi surya merupakan yang paling dominan untuk dikembangkan di desa wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Untuk saat ini, yang paling bisa kami kembangkan adalah tenaga surya," ujar Elly.

Elly menambahkan, pembangunan PLTS ini menjadi prioritas, karena kemudahan implementasinya dibandingkan dengan potensi energi lain seperti mikrohidro.

Meskipun demikian, Dinas ESDM Kaltim tetap melakukan kajian lebih lanjut terkait potensi energi air di beberapa lokasi, termasuk di Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu, menyusul survei awal yang menunjukkan adanya potensi air terjun atau aliran deras.

Selain PLTS, Pemprov Kaltim juga mengembangkan biogas sebagai sumber energi alternatif skala rumah tangga. Program biogas ini memanfaatkan kotoran sapi dan telah berhasil membangun 575 unit biogas di 10 kabupaten/kota sejak tahun 2012 hingga 2024.

Elly menyebutkan bahwa biogas menjadi alternatif pengganti LPG yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan api yang menyala stabil.

Pemprov Kaltim terus berupaya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil, melalui berbagai program yang berfokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan.(Adv/Diskominfo Kaltim)

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025