Sabtu, 22 Juli 2017

DLH Penajam Periksa Limbah di Bendungan Mangrove

id dinas lingkungan hidup, achmad bajuri,pt mhl, bendungan mangrove, limbah cair, tercemar
Penajam (ANTARA Kaltim) -  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan memeriksa air Bendungan Mangrove yang diduga tercemar limbah cair pabrik pengolahan CPO (crude palm oil) minyak kelapa sawit PT Mega Hijau Lestari, sehingga juga mencemari sungai di sekitar lingkungan masyarakat setempat.

"Dugaan pencemaran lingkungan yang dilaporkan masyarakat masih perlu beberapa bukti," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingunkgan DLH Kabupaten Penajam Paser Utara Achmad Bajuri, ketika ditemui saat melakukan pengecekan di lokasi, Selasa.

PT MHL yang beroperasi di wilayah Buluminung, Kecamatan Penajam, dilaporkan masyarakat sekitar ke Polres Penajam Paser Utara karena diduga limbah cair pabrik pengolahan minyak kelapa sawit perusahaan tersebut mencemari lingkungan.

Dengan ada laporan tersebut, DLH bersama Polres Penajam Paser Utara melakukan pengecekan langsung ke lokasi PT MHL.

Dia menjelaskan salah satu bukti yang harus diperiksa adalah kadar keasaman limbah cair pabrik pengolahan minyak kelapa sawit PT MHL yang ada di Bendungan Mangrove tersebut.

"PT MHL menggunakan Bendungan Mangrove, karena perusahaan kelapa sawit itu belum memiliki areal penampungan limbah cair," ujar Achmad Bajuri.

DLH Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengambil sampel air di Bendungan Mangrove tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

Achmad Bajuri menyatakan limbah cair pabrik pengolahan minyak kelapa sawit tidak bisa dibuang langsung ke sungai, kecuali sudah melalui tahapan penetralan.

"Limbah cair pabrik pengolahan minyak kelapa sawit itu berpotensi mencemari wilayah sekitar pabrik," ucapnya.

Masyarakat Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam melapor ke kepolisian karena limbah cair pabrik pengolahan minyak kelapa sawit PT MHL mencemari sungai dan mengakibatkan banyak mangrove yang mati.

Selain itu, tambah Achmad Bajuri, PT MHL harus mengganti luasan tanaman mangrove yang berada di Bendungan Mangrove yang digunakan untuk kolam air tawar penampungan limbah cair itu sebanyak dua kali lipat. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0154 seconds memory usage: 0.36 MB