Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Wakil Ketua DPRD Kaltim asal Fraksi Partai Demokrat (FPD), Yahya Anja, mendukung penuh Perayaan Pelas Tahun Pampang, seperti dilaksanakan, Sabtu (7/7) lalu.

Pelas merupakan kegiatan pengucapan rasa terima kasih kepada Tuhan setelah panen raya, namun tanggalnya berbeda-beda tergantung hari baik.

"Saya mendukung penuh  perayaan adat  suku Dayak Kenyah,  yang menjadi agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Samarinda ini," kata wakil rakyat asal Dapil I Samarinda ini, Selasa (10/7).

Pelas tahun yang digelar sejak 1999 diawali sambutan kepala suku, kemudian dilanjutkan upacara adat dan tari-tarian tradisonal Suku Dayak Kenyah. Para penarinya adalah anak-anak hingga para sepuh dengan diiringi musik khas Suku Dayak Kenyah.

Menurut Yahya Anja, upacara tersebut merupakan  upaya melestarikan budaya bangsa khususnya yang berada di Kota Tepian. Untuk itu melalui ajang  tadi  setidaknya bisa menjadi  wahana promosi dan kalender rutin pariwisata  kota Samarinda.

"Pemerintah Provinsi dan Kota Samarinda bisa berkolaborasi untuk menjadikan Pelas Tahun ini sebagai atraksi wisata yang menarik perhatian turis domestik maupun mancanegara. Perlu juga dukungan pembangunan infrastruktur, agar akses ke Pampang lebih mudah dan Desa Budaya tersebut mempunyai fasilitas umum yang memadai," kata pendiri Partai Demokrat di Kaltim yang pernah menjadi ketua dan sekretaris DPD pertama tersebut.
 
Dikatakannya, Suku Dayak yang tinggal di Desa Pampang merupakan sub-etnis Dayak Kenyah. Semula kawasan tersebut merupakan hutan, namun setelah warga Dayak Kenyah dari Desa Long Us, Apokayan, Kabupaten Bulungan yang berjumlah 35 orang bermigrasi, kawasan itu kemudian berkembang seperti sekarang ini.

Hingga kini penduduk Pampang sudah sekitar 1.000 jiwa. Kendati menerima budaya modern dari luar, warganya tetap teguh mempertahankan tradisi sehingga perkampungan ini dijadikan Desa Budaya Pampang oleh Pemerintah Kota Samarinda.

"Seni dan budaya yang ditampilkan pada Pelas Tahun tempo hari sangat menarik, seperti beberapa tari-tarian Suku Dayak Kenyah, yakni tari ajai, tari pemung tawai, tari hudoq, tari gong dan lainnya," kata Yahya Anja. (Humas DPRD Kaltim/adv)




Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026