Keterwakilan perempuan dalam ranah politik menjadi bahasan yang cukup penting belakangan ini, makanya dinas perlu menggelar workshop tentang iniSamarinda (ANTARA) - Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim menggelar Workshop Public Speaking bagi perempuan di bidang politik dan jabatan publik, untuk menunjang peran dan tugas di bidangnya.
"Keterwakilan perempuan dalam ranah politik menjadi bahasan yang cukup penting belakangan ini, makanya dinas perlu menggelar workshop tentang ini," kata Kepala DKP3A Provinsi Kaltim Halda Arsyad saat acara tersebut di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu.
Keterampilan public speaking, lanjutnya, merupakan kemampuan yang menggambarkan betapa berharganya gagasan yang dimiliki oleh seorang legislator atau pejabat publik, sehingga pesan yang disampaikan akan dapat diterima oleh khalayak, berjalan efektif, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini diikuti 35 peserta dari anggota legislatif dan pejabat publik se-Kaltim. Hadir menjadi narasumber adalah Asdep Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Roro Endah, kemudian Direktur Pusat Kajian Bahasa Universitas 17 Agustus Samarinda Nora S Mokodompit.
Menurut Halda, hadirnya representasi perempuan dalam legislatif diharapkan dapat memperkuat partisipasi perempuan dalam politik, agar dapat menyampaikan aspirasi dan kepentingan perempuan yang selama ini dianggap kurang tersampaikan.
"Indonesia telah menerapkan peraturan kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan dalam politik. Ini merupakan peluang yang harus direbut kaum perempuan," tuturnya.
Di Era Reformasi, lanjutnya, kaum perempuan sudah mendapat tempat dan kesempatan yang luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam bidang politik, sehingga semakin banyak perempuan yang terjun ke dunia politik, maka semakin besar pula peran perempuan dalam pembangunan.
Ia menambahkan, ada sejumlah anggapan bahwa politik itu tidak pantas untuk kaum perempuan yang fisiknya memang lemah dan tidak berdaya melawan pria dalam dunia politik yang keras, penuh intrik, dan terkesan seperti sandiwara untuk mencapai tujuan.
"Penilaian ini tentu tidak semuanya benar karena emansipasi yang didengungkan dari sejak lama, telah mengubah cakrawala pandang kaum perempuan yang ingin maju dan sejajar dengan pria. Bahkan dalam pembangunan, partisipasi kaum perempuan sangat ditunggu untuk dapat disumbangkan bagi kemajuan bangsa dan negara," katanya.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.