Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menawarkan berbagai peluang investasi di sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata kepada Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, guna memperkuat kolaborasi ekonomi dan mempererat hubungan antardaerah.
Bupati Sinjai Rahmawati Arif di Samarinda, Kamis, mengatakan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan bidang potensial yang sangat terbuka untuk dikembangkan bersama melalui skema investasi atau perdagangan.
Selama ini, berbagai komoditas asal Sinjai seperti sayuran, ikan, dan sapi bahkan telah rutin memasok kebutuhan sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk ke Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Balikpapan (Kalimantan Timur).
"Saat ini Sinjai juga tengah mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan baru. Kami berharap produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas," ujar Rahmawati saat bertemu Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam agenda kunjungan kerja di Samarinda.
Selain sektor pangan, Pemkab Sinjai kini tengah gencar mengembangkan sektor pariwisata dengan memaksimalkan potensi keindahan alam dan kekayaan budaya daerah untuk menarik minat investor luar.
Di sisi lain, Rahmawati mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini juga bertujuan untuk mempelajari berbagai kemajuan serta inovasi yang telah sukses diterapkan oleh Pemkot Samarinda.
“Kami melihat banyak hal yang bisa dipelajari dari Samarinda, khususnya terkait tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Merespon hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambut positif peluang kolaborasi yang ditawarkan oleh jajaran jajaran Pemkab Sinjai.
Ia menegaskan bahwa hubungan antar pemerintah daerah harus melangkah lebih jauh dari sekadar pertukaran informasi, yakni menjadi kerja sama konkret yang memberi manfaat nyata bagi warga di kedua wilayah.
"Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini. Semoga pertemuan ini menjadi awal kolaborasi di berbagai bidang antara Pemkot Samarinda dan Pemkab Sinjai,” kata Andi Harun.
Andi Harun turut memaparkan sejumlah terobosan Pemkot Samarinda, di antaranya adalah program Kelurahan Digital serta inovasi pelayanan dan pengembangan usaha melalui Perumda Tirta Kencana.
Perusahaan daerah tersebut kini tidak hanya melayani pemenuhan air bersih, tetapi juga merambah ke bisnis produksi air minum dalam kemasan (AMDK).
"Semua inovasi pemerintahan harus bermuara pada satu tujuan, yaitu pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Andi Harun.
Untuk melihat langsung implementasi inovasi tersebut, Andi Harun mengajak rombongan Pemkab Sinjai meninjau beberapa fasilitas publik di Samarinda.
Lokasi yang dikunjungi meliputi Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), ruang pelayanan pajak di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kota Samarinda.
Pertemuan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda studi tiru, melainkan menjadi pintu masuk yang efektif untuk pertukaran pengetahuan, penguatan ekonomi, serta kolaborasi strategis yang saling menguntungkan bagi kedua daerah
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.