"Masih beberapa dari 18 kecamatan belum memperoleh alat e-KTP dari pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kutai Timur Hadjrat Husein, Kamis.
Hadjrat Husein berharap, dalam pekan ini peralatan tersebut sudah tiba semua untuk segera dikirimkan ke kecamatan, sebab bila tidak maka peluncuran e-KTP di Kutai Timur akan ditunda.
Ia mengatakan, setiap kecamatan akan mendapatkan masing-masing dua unit komputer, perekam sidik jari, kamera foto, serta perekam mata atau retina yang akan dikendalikan oleh dua orang operator terlatih.
"Tiga orang staf setiap kecamatan dan dua staf Dinas Kependudukan sebagai operator dan pendamping sudah siap melaksanakan e-KTP ini. Operator ini akan didampingi teknisi dari PT Sucofindo, untuk menangani kerusakan alat," katanya
Hajrat mengatakan, optimistis program e-KTP di Kutai Timur akan selesai sesuai rencana, yakni akhir tahun 2012, meskipun hingga sekarang alatnya belum datang.
"Insya Allah pada akhir 2012 selesai. Syaratnya, penduduk atau warga yang termasuk wajib KTP ketika mendapat surat panggilan pembuatan e-KTP langsung memenuhi panggilan," katanya.
Dinas Kependudukan dan Catatan ipil akan bekerja sama dengan RT dan kepala desa untuk memobilisasi warga datang ke kantor kecamatan untuk KTP tersebut.
"Pemerintah daerah akan membantu kelancaran mobilisasi warga, dengan memberikan bantuan biaya transportasi massal melalui kades dan ketua RT," ujarnya. (*)
Pewarta: Adi Sagaria: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.