"Pada 2011 kebutuhan beras Kaltim yang dapat dipenuhi secara mandiri baru mencapai 86,5 persen, sedangkan untuk mencapai swasembada beras perlu dilakukan perluasan areal baru dan intensifikasi pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kaltim, Eddy Heflin di Samarinda, Rabu.
Dia mengatakan, pada 2009 terdapat luas panen padi 146.177 hektare dengan produksi 555.561 ton GKG dan tahun 2010 terdapat luas panen padi 150.031 hektare dengan produksi 588.877 ton GKG atau setara dengan 338.675 ton beras.
Sedangkan pada 2011 menurut angka ramalan tiga, luas panen padi seluas 142.100 hektare dengan produksi sebesar 565.337 ton GKG.
Produktivitas padi pada 2009 sebesar 38,01 kuintal per hektare dan pada 2010 sebesar 39,25 kuintal per hektare. Produktivitas padi pada ramalan tiga 2011 sebesar 39,78 kuintal per hektare.
Menurut dia, situasi ketersediaan pangan ditunjukkan pada ketersediaan energi, protein dan lemak.
Untuk tingkat ketersediaan energi 2008 sebesar 2.470 kilokalori per kapita, dan tahun 2009 sebesar 2.478 kilokalori per kapita, serta tahun 2010 sebesar 2.482 kilokalori dengan pertumbuhan 0,24 persen.
Dalam upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras yang ditargetkan 1,5 persen per kapita per tahun yang ditetapkan Kementerian Pertanian pada 2010, selanjutnya telah dikeluarkan instruksi gubernur dan telah diikuti instruksi beberapa bupati serta wali kota di Kaltim.
Khususnya telah digalakkan Percepatan Gerakan Penganekaragaman Pangan yang dimulai dari sosialisasi di sekolah dasar/MI melalui pemberian KIT pada 70 SD/MI, 110 Kelompok Wanita Tani di pedesaan.
Termasuk sosialisasi di hotel-hotel maupun lembaga-lembaga masyarakat dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), yakni melalui Gerakan Lomba Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal Non-Beras dan Tepung.
Gerakan ini mulai menunjukkan keberhasilan yang ditandai dengan meningkatnya skor PPH (Pola Pangan Harapan), yakni dari 86,03 persen pada 2008 menjadi 89,86 persen pada 2010 atau dengan pertumbuhan 2,2 persen per tahun. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026