"PDAM sampai saat ini masih terus ditunjang dari anggaran Pemkab, padahal sudah selayaknya perusahaan daerah selain dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sesuai harapan kita, juga mampu memberikan sumbangan bagi kas daerah," kata Elita di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kaltim, Rabu.
Sebelumnya, DPRD Berau telah menyetujui Raperda tentang penambahan penyertaan modal pada PDAM PT Tirta Segah disahkan menjadi Perda.
Sayangnya, kata dia, peningkatan kinerja PDAM sampai saat ini dinilai masih di bawah rata-rata yang diharapkan.
Namun demikian, politikus Partai Golkar itu terus mendorong agar dilakukan perubahan manajemen ke arah yang lebih baik lagi.
Salah satu solusinya, katanya, disebutkan dengan meningkatkan SDM karyawan PDAM.
Dewan, menurut Elita, tetap optimistis PDAM serta perusahaan daerah lainnya akan mampu mandiri jika didasari niat tulus serta komitmen yang kuat untuk memajukan perusahaan dalam menunjang pembangunan daerah serta mampu menjadi pundi-pundi bagi kas daerah.
"Artinya tidak hanya untuk PDAM, namun juga untuk seluruh Perusda yang ada, agar memperbaiki manajemennya serta bertekad menjadi mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Hj Popiyanti dari Fraksi Gerindra Bulan Bintang, menyarankan kepada Pemkab Berau, agar penyertaan modal kepada PDAM dapat dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelayanan air minum.
"Dan dapat mengurangi kebocoran produksi air, yang sudah diolah dan mengakibatkan pembengkakan biaya produksi," ujarnya. (*)
Pewarta: Helda Mildiana: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.