"Jumlah kejadian tahun ini hingga Oktober 2011 sudah terjadi 112 kasus," kata Kepala BPBK) Balikpapan, Suseno, Selasa.
Dari jumlah itu menurutnya, kasus yang tertinggi adalah kasus kebakaran lahan khususnya hutan kota termasuk yang terjadi di Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) dan juga pemukiman atau rumah penduduk.
"Untuk kebakaran lahan ada 32 kasus dan untuk kebakaran pemukiman ada 28 kasus. Ini kebakaran lahan banyak terjadi saat Ramadan lalu, diantaranya karena kekeringan sebab hampir 2 bulan tidak turun hujan," katanya.
Menurut Suseno, ada 15 titik lokasi rawan kebakaran lahan dari mulai dalam kota hingga kimeter 23 Karang Joang yakni kawasan Gunung Bahagia, Sepinggan, Karang Joang, dan Kariangau.
Dari kasus kebakaran pemukiman tercatat ada dua dua warga yang meninggal dunia karena terperangkap dalam kobaran api. "Ada dua wanita yang meninggal, kebakaran yang terjadi di kelurahan Karang Jati dan Kelurahan Dam, karena terperangkap dan tidak bisa menyelamatkan diri," imbuhnya.
Selain itu, tercatat ada dua kasus tenggelam di Selat Balikpapan yang menyebabkan tiga jiwa melayang.
"Ada dua siswa SMP yang tenggelam di perairan eks pelabuhan feri Somber, Balikpapan Utara dan warga Karang Rejo, kasusnya baru saja terjadi," katanya.
Di samping kasus kebakaran dan tenggelam, BPBK juga mencatat kasus banjir, gelombang pasang, tanah longsong dan pohon tumbang. ?Kalau banjir ada 5 kasus, tanah longsor 7 kasus, gelombang pasang 1 kasus,?ucapnya.
Khusus banjir kata Suseno, ada 10 titik yang di waspadai khususnya pada musim hujan karena setiap turun hujan selalu terjadi banjir.
"Hampir seluruh kawasan di Balikpapan sering terjadi banjir tapi yang paling rawan di jalan MT Haryono gang Beler mencapai 1 meter lebih bahkan saat PON 2008 lalu, tinggi banjir lebih diatas dada orang dewasa," tuturnya.
Ia menambahkan, untuk melakukan pencegahan dini kasus kebakaran, Pemerintah Kota Balikpapan tahun 2011 telah membagikan 300 unit Apar (alat pemadam api ringan).
"Tahun 2011 kita sudah membagikan 300 unit apar ke RT-RT. Tahun 2012 kita juga akan kembali membangikan 300 unit apar. Harganya per unit sekitar Rp2 juta. Untuk anggaran BPBK tahun 2011 hanya Rp11 miliar, tahun 2012 juga kita anggarkan hampir sama," paparnya. (*)
Pewarta: Novi Abdi: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.