Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengintensifkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang.

"Personel diintensifkan melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Polres (Kapolres) Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andreas Alek Danantara ketika ditanya terkait dukungan kepolisian dalam penanggulangan bencana di Penajam, Sabtu.

Patroli karhutla yang dilakukan di sejumlah titik rawan tersebut juga sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam.

BMKG memprakirakan musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang, sehingga diambil langkah preventif untuk meminimalisasi potensi bencana yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.

"Kegiatan preventif itu berperan aktif melindungi hutan, lahan, dan keselamatan warga dari ancaman karhutla," tambahnya.

Patroli karhutla diharapkan mampu menekan kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pada musim kemarau dan sebagai upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

Ia mengaku warga merasa aman dengan kehadiran personel kepolisian yang terus siaga di lapangan dan masyarakat juga siap membantu memberikan informasi apabila menemukan ada titik api maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.

Personel Kepolisian Penajam Paser Utara melakukan patroli dengan menyusuri kawasan perkebunan, lahan kosong, serta area hutan yang berisiko mengalami kekeringan.

"Personel juga melakukan dialog dengan warga untuk mengajak bersama-sama menjaga dan mewaspadai potensi kebakaran," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga memetakan 128 lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan, meliputi 78 lokasi berada di wilayah Kecamatan Penajam dan 50 lokasi lainnya tersebar di Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku.

Baca juga: Kaltim siapkan pergub demi kendalikan kebakaran hutan



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026