"Satu-satunya solusi untuk memudahkan akses orang dan barang adalah membangun jembatan bukan ke arah Pulau Balang, tetapi langsung dari Balikpapan ke Penajam," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kaltim, Isal Wardhana di Samarinda, Kamis.
Ia mengatakan, dengan jembatan yang langsung dari Tanjung Batu (Balikpapan) ke Kerok atau Gunung Seteleng (Penajam), maka pembangunan jalan penghubung sepanjang pantai Teluk Balikpapan yang melalui perbatasan Barat Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) tidak diperlukan.
Menurutnya, alternatif yang ditawarkannya itu juga lebih ekonomis, karena jarak untuk transportasi begitu lebih pendek. Terkait dengan itu, dia meminta agar Pemprov Kaltim menghentikan pembangunan jembatan yang melalui Pulau Balang.
Masalah utamanya adalah, lanjut Isal, jalan penghubung dari Balikpapan ke Pulau Balang akan memotong semua jalur hijau di antara HLSW dan hutan mangrove pesisir Teluk Balikpapan, sehingga akan menyebabkan perambahan dan perkembangan industri yang tidak bisa dibatasi.
Apabila jalan ini dibangun, semua hutan akan berangsur-angsur hilang, bukan hanya perambahan yang mengancam kelestarian hutan tersebut, namun "perlindungan" yang salah dalam perencanaannya juga bisa menyebabkan kerusakan alam.
Salah satu contoh adalah usulan oleh penerintah provinsi untuk membuat pagar kawat berduri di sepanjang jalan penghubung ke Jembatan Pulau Balang.
Pemerintah provinsi sudah menyiapkan anggara untuk pembuatan pagar tersebut. Menurut Pemprov, pagar akan membantu melindungi HLSW karena akan mencegah perambahan masyarakat ke dalam kawasan lindung.
Perambaham merupakan salah satu ancaman hutan, jika ada akses jalan, maka ratusan orang akan memasuki kawasan lindung untuk mencari kayu dan gaharu, memburu binatang dan burung, menebang hutan hutan, dan membakar lahan yang akan diakui bahwa lahan itu miliknya.
Untuk menghentikan semua aktivitas ini, pagar kawat berduri sangat tidak efektif. Terlalu mudah bagi penebang kayu, pemburu dan spekulator tanah untuk menembus pagar seperti itu.
Diperlukan pagar yang sangat besar dan kuat untuk mencegah orang melanggar hutan. Tetapi pagar seperti ini akan menghentikan bukan hanya orang-orang, namn juga binatang liar yang perlu keluar masuk dari dan ke HLSW sehari-hari. Kehilangan akses akan menjadi bencana bagi satwat yang ada.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026